Bahaba.net | Aceh Utara – Jembatan Bailey darurat di Panton Nisam, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, telah rampung 100 persen dan kini akses transportasi warga yang sebelumnya terputus akibat banjir kembali terhubung. Jembatan tersebut mulai dapat digunakan oleh masyarakat pada Jumat, (2/1/2026).
Pembangunan jembatan Bailey ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir. Proses pengerjaan dilakukan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Zeni TNI Angkatan Darat bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Jembatan Bailey yang dibangun di Jalan Cot Poto, Desa Panton, memiliki panjang sekitar 39 meter dengan tipe 1-1 dan konstruksi yang dirancang mampu menahan beban hingga 10 ton. Kehadiran jembatan ini dinilai sangat vital karena menjadi jalur utama penghubung aktivitas masyarakat sehari-hari.
Pembangunan jembatan melibatkan puluhan personel dari Yonzipur 4 dan Denzipur 3, serta mendapat dukungan pengamanan dari Koramil 23/Nisam. Para Babinsa juga turut berperan aktif dalam pengawasan serta berkoordinasi dengan masyarakat sekitar selama proses pengerjaan berlangsung.
Dengan rampungnya jembatan tersebut, mobilitas warga dari sejumlah desa, seperti Desa Paloh Mampre, Desa Meunasah Alue, dan Desa Semirah, kini kembali lancar. Akses ini juga diharapkan mampu mempercepat distribusi logistik, aktivitas pendidikan, serta pemulihan roda perekonomian masyarakat setempat.
Warga setempat menyambut baik rampungnya jembatan Bailey tersebut dan mengapresiasi kerja cepat TNI serta pihak terkait. Sebelumnya, masyarakat harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh akibat rusaknya jembatan lama diterjang banjir.
Sumber: Atjeh Publik Jurnal Network (AJN).





