Internasional – Seorang menteri Israel mengklaim bahwa agen badan intelijen Mossad berada di Iran di tengah gelombang demonstrasi yang melanda sejumlah wilayah negara tersebut. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya tensi politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah, Rabu, (14/01/2026).
Menteri Warisan Budaya Israel, Amichai Eliyahu, menyebut keberadaan agen Mossad sebagai bagian dari aktivitas intelijen dalam memantau situasi internal Iran yang dinilainya sedang bergejolak. Ia mengungkapkan bahwa dinamika di lapangan menjadi perhatian serius pemerintah Israel.
Gelombang demonstrasi di Iran diketahui terus berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Aksi protes yang awalnya dipicu tekanan ekonomi dan melemahnya kondisi sosial, perlahan berkembang menjadi tuntutan yang lebih luas terhadap kebijakan pemerintah di Teheran.
Pengakuan pejabat Israel tersebut berpotensi memperkeruh hubungan kedua negara yang sejak lama berada dalam situasi saling bermusuhan. Selama ini, pemerintah Iran kerap menuding adanya campur tangan asing dalam setiap gejolak domestik yang terjadi di negaranya.
Di sisi lain, sebagian kalangan masyarakat Iran menegaskan bahwa aksi demonstrasi yang mereka lakukan merupakan ekspresi kekecewaan terhadap kondisi dalam negeri, bukan hasil intervensi pihak luar. Mereka menilai tuntutan perubahan lahir dari persoalan internal yang telah lama dirasakan.
Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim terbaru dari pejabat Israel tersebut. Namun, situasi ini diperkirakan akan menambah ketegangan politik dan diplomatik di kawasan, seiring belum meredanya gelombang protes di Iran.
Sumber: CNN Indonesia





