Aceh Besar – Dayah Thauthiatul Magfirah yang berlokasi di Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, menggelar acara perpisahan santri sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri para santri, dewan guru, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Sabtu, (14/02/2026).
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menggema di lingkungan dayah, kemudian dilanjutkan dengan lantunan Shalawat Badar sebagai bentuk harapan untuk meraih rahmat Allah, memperoleh syafaat Nabi Muhammad SAW, serta memohon kelancaran seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung pada malam tersebut.
Kegiatan ini digelar sebagai momentum perpisahan santri menjelang kepulangan mereka sekaligus menjadi ajang penguatan spiritual dalam menyongsong Ramadan. Selain itu, acara tersebut juga dimaksudkan untuk mempererat hubungan antara dayah dengan masyarakat serta menumbuhkan semangat keagamaan di lingkungan sekitar.
Dalam sambutannya, tokoh pendiri dayah, Tgk Murdani Hasyem, menyampaikan rasa syukur atas perkembangan Dayah Thauthiatul Magfirah yang kini semakin maju dan diminati masyarakat. Ia berharap dayah tersebut terus berkembang dan mampu mencetak generasi berilmu serta berakhlak.
Ia juga mengungkapkan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan dayah. “Jika Allah memberi rezeki, insya Allah di kesempatan mendatang saya akan menyumbang Rp100 juta untuk pembangunan mushola di Dayah Thauthiatul Magfirah,” ujarnya.
Sambutan berikutnya disampaikan pimpinan dayah, Tgk Zulkarnain, yang menegaskan harapannya agar ke depan dayah dapat memiliki mushola yang representatif. Ia juga menyebut pihak dayah telah berkoordinasi dengan pemerintah agar lembaga pendidikan tersebut tetap memperoleh dukungan bantuan pembangunan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Tengku Lukman, yang mengajak para santri dan masyarakat untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan dengan memperkuat ibadah serta memperdalam ilmu pengetahuan agama. Dalam tausiahnya, ia menekankan bahwa ilmu agama merupakan pondasi utama dalam membentuk akhlak, menjaga keimanan, serta menuntun umat Islam menjalani kehidupan yang lebih terarah dan bermakna.
Kegiatan berlangsung penuh kekhusyukan hingga selesai, dengan masyarakat sekitar tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga akhir.





