Aceh Jaya — Bupati Aceh Jaya Safwandi, S.Sos., M.A.P secara resmi melepas Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan XXV Universitas Teuku Umar (UTU), Meulaboh, Aceh Barat, Senin (05/01/2026).
Kegiatan pelepasan berlangsung di halaman Kantor Bupati Aceh Jaya dan dihadiri unsur pemerintah daerah, pihak universitas, serta para mahasiswa peserta KKN.
Dalam sambutannya, Bupati Safwandi menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Universitas Teuku Umar atas komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui program KKN yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Menurutnya, KKN tidak sekadar menjadi kegiatan akademik rutin, tetapi merupakan instrumen strategis untuk mendorong pembangunan sosial, memperkuat kapasitas desa, serta menjadi media pembelajaran kepemimpinan dan kepekaan sosial bagi mahasiswa.
Bupati Safwandi menilai tema KKN Reguler Angkatan XXV Tahun 2026, “Transformasi Potensi Alam dan UMKM Menuju Aceh Jaya Sejahtera dan Berkelanjutan” dengan tagline “Dari Desa Bangkit, Menuju Aceh Jaya Hebat”, sangat relevan dengan tantangan dan arah pembangunan Kabupaten Aceh Jaya saat ini.
Ia menjelaskan bahwa Aceh Jaya memiliki potensi besar di berbagai sektor, seperti pertanian, perikanan dan kelautan, kehutanan, pariwisata berbasis alam dan budaya, serta sumber daya desa yang kaya akan kearifan lokal.
Potensi tersebut, kata dia, perlu dikelola secara produktif, bernilai tambah, dan berkelanjutan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menekankan peran strategis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak utama ekonomi desa.
Ia berharap mahasiswa KKN dapat berkontribusi aktif dalam pendampingan UMKM, khususnya pada aspek perizinan usaha, inovasi produk, pengemasan, pencatatan usaha sederhana, hingga pemanfaatan pemasaran digital.
Selain itu, mahasiswa KKN diharapkan mampu melakukan pemetaan potensi desa secara sistematis, mendorong pemanfaatan sumber daya alam yang ramah lingkungan, memperkuat kelembagaan desa, serta melakukan transfer pengetahuan dan teknologi tepat guna sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
“Mahasiswa harus menjunjung tinggi etika, adab, dan nilai-nilai kearifan lokal, menjaga nama baik almamater dan Kabupaten Aceh Jaya, serta menjadikan KKN sebagai ruang pembelajaran nyata dalam membangun kepemimpinan dan kepedulian sosial,” pesan Bupati Safwandi.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya memandang Universitas Teuku Umar sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.
Sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan model pemberdayaan desa yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lainnya.
Mahasiswa KKN Reguler Angkatan XXV Universitas Teuku Umar secara resmi diberangkatkan untuk melaksanakan pengabdian di tengah masyarakat, sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Aceh Jaya yang sejahtera, mandiri, dan berkelanjutan. (*)





