Bupati Aceh Jaya Wisuda 177 Lansia, Tegaskan Pendidikan Tak Dibatasi Usia

Aceh Jaya – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya mewisuda sebanyak 177 lanjut usia (lansia) yang telah menuntaskan pendidikan nonformal melalui Program Sekolah Lansia Kabupaten Aceh Jaya. Prosesi wisuda tersebut berlangsung di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMPKB) Aceh Jaya, Kamis, (22/01/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh DPMPKB Aceh Jaya bekerja sama dengan BKKBN/Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Aceh. Acara turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN/Kemendukbangga Aceh Safrina Salim, S.KM., M.Kes., Ketua TP PKK Aceh Jaya Ny. Desi Maulidar, unsur Forkopimda, pimpinan Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), camat, keuchik, serta keluarga para wisudawan dan wisudawati.

Bacaan Lainnya

Bupati Aceh Jaya, Safwandi, S.Sos., M.AP., dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda Sekolah Lansia merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan ruang pembelajaran sepanjang hayat bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk para lansia.

“Wisuda hari ini membuktikan bahwa semangat belajar tidak pernah mengenal batas usia. Pendidikan adalah hak setiap warga negara, dan proses pembelajaran berlangsung sepanjang hayat,” ujar Safwandi.

Ia menjelaskan, Program Sekolah Lansia tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun kepercayaan diri, mempererat silaturahmi, serta menjaga kesehatan fisik dan mental para lansia agar tetap aktif, mandiri, dan produktif di tengah masyarakat.

Menurut Safwandi, para wisudawan dan wisudawati telah menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus belajar dan berkembang. Semangat tersebut dinilai dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda sekaligus memperkuat peran lansia dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

Sementara itu, Ketua TP PKK Aceh Jaya, Ny. Desi Maulidar, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Program Sekolah Lansia yang dinilai sejalan dengan upaya penguatan ketahanan keluarga serta peningkatan kualitas hidup lansia.

“Melalui Sekolah Lansia, para orang tua tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk bersosialisasi, tetap sehat, dan merasa dihargai. Ini sangat penting untuk mewujudkan lansia yang bahagia, mandiri, dan berdaya di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” kata Desi Maulidar.

Ia berharap Program Sekolah Lansia dapat terus berlanjut dan dikembangkan secara berkesinambungan, serta menjangkau lebih banyak desa di Aceh Jaya.

“Ke depan, kami berharap ada perwakilan dari setiap desa yang dapat mengikuti kegiatan ini, sehingga pemberdayaan lansia dapat merata dan menjangkau seluruh gampong,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, lanjut Safwandi, berkomitmen untuk terus mendukung program pemberdayaan lansia melalui perluasan akses pendidikan nonformal, peningkatan layanan kesehatan, serta penyediaan ruang interaksi sosial yang ramah lansia.

“Wisuda ini bukan akhir, melainkan awal dari babak kehidupan yang baru. Teruslah belajar, berkarya, dan berbagi, karena pengalaman serta kebijaksanaan para lansia merupakan aset berharga bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *