Setahun Memimpin Aceh Jaya, Safwandi–Muslem Jalankan Berbagai Program Prioritas

Aceh Jaya – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Bupati Aceh Jaya Safwandi bersama Wakil Bupati Muslem D, berbagai program strategis mulai direalisasikan guna mendorong pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Aceh Jaya, Teuku Khairullah, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari perencanaan pembangunan yang disusun secara terarah dan terukur.

Bacaan Lainnya

“Indikator makro pembangunan Aceh Jaya menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Indeks Pembangunan Manusia meningkat, angka kemiskinan menurun, dan tingkat pengangguran juga berhasil ditekan,” ujarnya Jumat (20/2/2026).

Ia menjelaskan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Aceh Jaya naik dari 73,40 pada tahun 2024 menjadi 74,20 pada tahun 2025.

Sementara angka kemiskinan turun dari 12,25 persen menjadi 10,37 persen, dan tingkat pengangguran terbuka menurun dari 2,75 persen menjadi 2,57 persen.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi daerah tetap terjaga pada angka 3,83 persen. Nilai Indeks Gini berada pada angka 0,254 yang menunjukkan tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat masih dalam kondisi relatif terkendali.

Selain capaian indikator pembangunan, Pemkab Aceh Jaya juga berhasil meraih berbagai penghargaan sepanjang 2025. Di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian atas laporan keuangan tahun 2024, penghargaan penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tercepat tahap I tingkat Provinsi Aceh, serta penghargaan eliminasi malaria tingkat internasional dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Tidak hanya itu, Setahun kepemimpinan Aceh Jaya juga meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak kategori Pratama, Universal Health Coverage Award, serta Serambi Emas Award untuk kategori inovasi digital produk kreatif lokal.

Menurut Teuku Khairullah, berbagai capaian tersebut didukung oleh pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah daerah.

Program tersebut meliputi beasiswa pendidikan, bantuan bagi santri kurang mampu, perlindungan sosial untuk pekerja rentan, pembangunan rumah dhuafa, serta peningkatan infrastruktur dasar di gampong-gampong.

Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah juga membangun fasilitas sanitasi untuk masyarakat kurang mampu, merehabilitasi rumah tidak layak huni, membangun rumah bagi korban bencana, serta menyediakan sarana air minum di delapan gampong dengan total 1.517 sambungan rumah.

“Ke depan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melanjutkan pembangunan agar manfaatnya semakin dirasakan oleh seluruh masyarakat Aceh Jaya,” pungkasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *