Kader HMI Banda Aceh Maulana Iqbal Pertanyakan Keseriusan Pemerintah Tangani Banjir di Aceh

Banda Aceh – Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Banda Aceh, Maulana Iqbal, mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Hal tersebut disampaikan menyusul kondisi para korban yang dinilai masih sangat memprihatinkan menjelang perayaan Idulfitri. Senin, (16/03/2026).

Menurut Maulana Iqbal, hingga saat ini masih banyak masyarakat terdampak banjir yang terpaksa bertahan di tenda-tenda pengungsian. Kondisi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa penanganan pemerintah terhadap bencana banjir di Aceh belum berjalan secara serius dan maksimal.

Bacaan Lainnya

“Seperti yang kita ketahui bersama, beberapa wilayah yang terdampak banjir sampai hari ini masyarakatnya masih tinggal di tenda-tenda pengungsian. Padahal kita sudah mendekati Idulfitri. Ini menunjukkan bahwa pemerintah belum serius dalam menangani persoalan banjir di Aceh,” ujar Maulana Iqbal.

Ia juga menyoroti janji pemerintah terkait pembangunan hunian sementara bagi para korban banjir yang hingga kini dinilai belum terealisasi secara merata. Bahkan di wilayah Aceh Tamiang, menurutnya masih banyak warga yang belum mendapatkan hunian sementara dan terpaksa tetap tinggal di tenda pengungsian.

Selain itu, ia juga menyinggung kondisi di Kabupaten Bireuen, di mana para korban banjir disebut telah melakukan aksi protes di kantor bupati setempat. Aksi tersebut dipicu oleh ketidakmerataan pembangunan hunian sementara serta kekecewaan masyarakat terhadap penanganan pemerintah yang dinilai lambat.

“Di Bireuen bahkan pengungsi sudah melakukan aksi di kantor bupati karena hunian sementara tidak merata. Ini menunjukkan bahwa penanganan banjir masih jauh dari harapan masyarakat,” katanya.

Maulana Iqbal menilai saat ini pemerintah seakan-akan menganggap persoalan banjir tersebut telah selesai, padahal kondisi di lapangan masih sangat memprihatinkan. Ia juga menyoroti kurangnya perhatian dari pemerintah terhadap kondisi masyarakat di wilayah terdampak.
Menurutnya, pemerintah provinsi juga diharapkan lebih aktif dalam memantau serta memastikan penanganan korban banjir berjalan secara maksimal.

“Jangan sampai pemerintah terkesan tidak peduli lagi terhadap penderitaan masyarakat. Di wilayah terdampak, kondisi korban banjir masih sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Ia pun mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah nyata dan cepat dalam menangani persoalan tersebut. Menurutnya, masyarakat tidak boleh dibiarkan terlalu lama hidup dalam kondisi sulit pascabencana.

“Kami mengecam keras apabila pemerintah terus lambat dalam bertindak. Jangan biarkan rakyat Aceh menderita terlalu lama. Pemerintah harus segera mengambil langkah konkret dalam menangani dampak banjir ini,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *