Banda Aceh, Bahaba.net – Regional CEO Bank Syariah Indonesia (BSI) Aceh, Imsak Ramadhan mengatakan BSI tetap istikamah menjalankan perbankan syariah dengan mengedepankan prinsip-prinsip syariah. Saat ini, BSI menjadi perbankan kebanggaan Indonesia dan telah masuk peringkat keenam sebagai bank terbaik.
“Insyaallah, kita akan terus berjuang untuk memajukan BSI hingga masuk ke peringkat satu,” jelas Imsak Ramadhan saat sambutan dalam kegiatan Kajian Ramadhan: Sosialisasi Keuangan Syariah untuk Insan Pers, yang dilaksanakan setelah salat Zuhur di Masjid Landmark BSI Aceh, Banda Aceh, Senin, 16 Januari 2026.
Imsak Ramadhan mengatakan bulan ramadan momentum memperkuat ukhuwah dan peningkatan nilai keislaman, terutama tentang lembaga keuangan syariat.
“Insyaallah, kami salalu mendorong percepatan kemajuan ekonomi dalam masyarakat demi mendukung kemajuan Indonesia,” jelas Imsak Ramadhan.
Ia berharap nilai keagamaan dan nilai syariat makin mempererat silaturahmi BSI dengan wartawan. Kegiatan ini bukti komitmen BSI mendukung peran sosial, termasuk peran peningkatan keagamaan melalui masjid di BSI.
Imsak Ramadhan menyebutkan pihak BSI mengapresiasi kepada wartawan, yang selama ini menjadi mitra strategis BSI untuk menyebarkan informasi positif kepada masyarakat. Terima kasih atas sinergi dan kerja samanya selama ini.
Sementara penceramah, Tgk Mursalin Basyah mengatakan di pedesaan, pengelolaan keuangan syariah masih terbatas. Kondisi ini mengharuskan peran media untuk mengedukasi masyarakat agar lebih cakap pengelolaan keuangan berbasis syariah.
“Peran media lebih besar dari yang lain. Kalau dibandingkan penceramah dengan wartawan, lebih besar pahala wartawan, karena narasi dakwahnya permanen. Maka sangat penting wartawan mengedukasi masyarakat tentang keuangan syariah,” tegas Tgk Mursalin dalam ceramahnya usai salat Zuhur.
Tgk Mursalin Basyah mengatakan ruang gerak dai terbatas, hanya sebatas di masjid atau meunasah. Sementara media, jangkauan tidak terbatas, bisa menembus semua lapisan masyarakat.
“Luar biasa menjadi wartawan, sekali wartawan menyebarkan berita-berita baik, maka pahalanya terus mengalir,” jelasnya.
Ia menyebutkan wartawan perlu memanfaatkan sebaik mungkin profesi wartawan dan pengelolaan media. Beramalah dengan pena dan menulis. Bisa jadi kita masuk surga dengan konten tulisan berbasis syariah yang disebarkan ke publik.

