Janji Listrik Gratis Tinggal Janji, Pengungsi Huntara Aceh Utara Dipaksa Bayar Sendiri

Aceh Utara – Sebanyak 38 kepala keluarga (KK) penyintas banjir yang tinggal di Hunian Sementara (Huntara) Desa Paloh Raya, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, mengaku harus membayar biaya listrik secara mandiri selama menempati fasilitas tersebut, Jumat (26/03/2026).

Huntara yang dibangun oleh Danantara itu sebelumnya disebut akan memberikan fasilitas listrik gratis selama enam bulan, sebagaimana disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian, kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Selain listrik gratis, para penyintas juga dijanjikan fasilitas jaringan WiFi selama masa tinggal di Huntara.

Bacaan Lainnya

Namun, kondisi di lapangan berbeda. Salah seorang penyintas, Yuni, mengaku sejak pertama kali menempati Huntara pada 23 Maret 2026, dirinya bersama penghuni lain langsung membeli token listrik secara mandiri.

“Sejak kami masuk ke Huntara, kami langsung bayar token listrik sendiri. Besarnya berbeda-beda, tergantung pemakaian, sekitar Rp20.000 hingga Rp100.000 per minggu,” ujar Yuni.

Tidak hanya itu, penghuni juga dikenakan iuran sebesar Rp5.000 per kamar untuk kebutuhan listrik sumur bor. Sumur tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dengan sistem pompa yang membutuhkan listrik.

Para penyintas juga mengeluhkan tidak adanya bantuan bahan pangan sejak awal mereka menempati Huntara. Kondisi ini semakin menambah beban hidup para korban banjir yang masih dalam masa pemulihan.

“Kami harap ada keringanan biaya listrik,” tambah Yuni.

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di sejumlah Huntara lainnya di Aceh Utara. Kepala Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Janni, menyebutkan bahwa listrik di Huntara desanya diberikan secara gratis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menurutnya, selain listrik gratis, pasokan air bersih juga disuplai menggunakan mobil tangki oleh BNPB sambil menunggu pembangunan sumur bor rampung. Bantuan bahan pangan juga turut diberikan kepada para penyintas.

Hal serupa disampaikan Kepala Desa Gunci, Kecamatan Sawang, Fazir Ramli. Ia menyebutkan bahwa fasilitas listrik dan bantuan pangan di Huntara wilayahnya ditanggung oleh BNPB.

“Listrik di Huntara kami gratis dan bahan pangan juga diberikan oleh BNPB,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *