Lhokseumawe – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Mahasiswa Pase menggelar aksi solidaritas dengan turun ke jalan untuk menyuarakan dugaan brutalitas aparat terhadap Andri Yunus serta menyoroti berbagai persoalan pelanggaran HAM dan lambannya pemulihan pasca bencana di Aceh, Jumat (10/04/2026).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menilai kasus yang menimpa Andri Yunus bukan sekadar insiden biasa, melainkan cerminan dari praktik kekerasan yang dinilai masih terjadi dalam ruang sipil. Mereka menyebut, hingga kini belum terlihat keseriusan dari negara dalam mengusut tuntas kasus tersebut.
“Mandeknya proses hukum terhadap pelaku menjadi bukti lemahnya komitmen dalam menegakkan keadilan dan melindungi hak-hak warga sipil,” ujar Koordinator Lapangan, Fiqi AL, dalam orasinya.
Selain menyoroti isu pelanggaran HAM, massa aksi juga menyinggung kondisi Aceh pasca berbagai bencana ekologis yang dinilai belum menunjukkan pemulihan signifikan. Mereka menyebut masih banyak masyarakat yang hidup dalam keterbatasan tanpa kepastian bantuan yang layak.
Mahasiswa menilai lambannya respons pemerintah mencerminkan kurangnya keberpihakan terhadap rakyat yang terdampak bencana.
Dalam pernyataan sikapnya, massa aksi menyampaikan beberapa tuntutan, di antaranya mengecam segala bentuk kekerasan dan dugaan brutalitas aparat terhadap warga sipil, mendesak pengusutan tuntas kasus Andri Yunus secara transparan dan adil, serta menuntut penegakan HAM sebagai prinsip utama dalam kehidupan bernegara.
Mereka juga mendesak pemerintah untuk segera mempercepat pemulihan Aceh pasca bencana ekologis secara menyeluruh dan berkeadilan.
Aksi tersebut disebut sebagai bentuk pengingat bahwa suara rakyat tidak boleh dibungkam, serta dorongan agar keadilan dapat ditegakkan tanpa penundaan.





