Putra Mahkota Iran Serukan Dunia Internasional Bantu Gulingkan Rezim Teheran

Teheran – Putra Mahkota Iran, Reza Pahlavi, menyerukan kepada komunitas internasional agar memberikan dukungan penuh kepada rakyat Iran untuk menggulingkan rezim Republik Islam yang saat ini berkuasa di Teheran. Seruan tersebut disampaikan Pahlavi di tengah gelombang protes yang terus meluas di berbagai wilayah Iran, Sabtu, (17/01/2026).

Reza Pahlavi, yang merupakan putra mendiang Shah Mohammad Reza Pahlavi dan kini hidup di pengasingan, menyatakan bahwa perubahan politik di Iran sudah tidak terelakkan. Ia menilai rezim yang dipimpin oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, berada di ambang keruntuhan akibat tekanan ekonomi, krisis sosial, serta gelombang perlawanan rakyat yang semakin masif.

Bacaan Lainnya

Dalam pernyataannya, Pahlavi meminta negara-negara dunia mengambil langkah nyata untuk mendukung perjuangan rakyat Iran, termasuk dengan meningkatkan tekanan diplomatik dan ekonomi terhadap pemerintahan Teheran. Ia juga menyerukan agar para pemimpin dunia tidak lagi memberikan legitimasi politik kepada rezim yang ditudingnya melakukan pelanggaran hak asasi manusia secara sistematis.

Pahlavi turut menyoroti tindakan pemerintah Iran yang kerap memutus akses internet sebagai upaya membungkam informasi dan komunikasi publik. Menurutnya, akses informasi yang bebas merupakan salah satu kunci bagi rakyat Iran untuk terus menyuarakan tuntutan perubahan.

“Rakyat Iran telah menunjukkan keberanian luar biasa. Dunia internasional harus berdiri bersama mereka, bukan dengan rezim yang menindas,” ujar Reza Pahlavi dalam pernyataannya.

Seruan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan politik dan keamanan di Iran, seiring dengan aksi demonstrasi yang dipicu oleh kesulitan ekonomi dan berkembang menjadi tuntutan penggantian sistem pemerintahan. Sejumlah laporan kelompok hak asasi manusia menyebutkan adanya korban jiwa akibat tindakan represif aparat keamanan dalam merespons aksi protes.

Sementara itu, pihak pemerintah Iran menolak keras seruan tersebut dan menilai pernyataan Reza Pahlavi sebagai bentuk campur tangan asing dalam urusan dalam negeri. Pemerintah Teheran juga menuding aksi protes sebagai upaya destabilitas yang didukung oleh pihak luar.

Hingga kini, situasi di Iran masih terus berkembang, dengan tekanan internasional dan dinamika politik dalam negeri yang semakin menguat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *