Nelayan Temukan Mayat Perempuan Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Muara Batu

Aceh Utara – Seorang nelayan menemukan mayat perempuan tanpa identitas yang mengapung di Sungai Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Rabu, (04/03/2026).

Penemuan tersebut bermula saat saksi hendak menambatkan perahunya di kawasan TPI Tanoh Anoe. Saat itu, saksi pergi untuk memperbaiki bola lampu di perahu tempatnya bekerja.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Muara Batu, Syukrullah, mengatakan setibanya di lokasi, saksi melihat sesuatu yang mengapung di permukaan air dan awalnya mengira benda tersebut adalah boneka.

“Saksi melihat sesuatu yang mengapung di permukaan air dan awalnya mengira benda tersebut boneka,” ujar Syukrullah.

Namun karena penasaran, saksi kemudian mengambil galah dan mendorong benda tersebut. Saat didekati, saksi baru menyadari bahwa benda yang disangka boneka itu ternyata adalah jasad seorang perempuan lanjut usia.

Nelayan tersebut kemudian mendorong tubuh korban ke tepi sungai sejauh kurang lebih lima meter agar tidak terbawa arus.

Syukrullah memperkirakan usia korban sekitar 65 tahun. Saat ditemukan, korban mengenakan baju lengan panjang berwarna pink bermotif bunga, rok panjang berwarna hitam, serta sandal jepit sebelah kanan berwarna biru.

Selain itu, korban juga diketahui berkulit sawo matang dan berambut hitam lurus panjang. Pada tangan korban juga ditemukan beberapa lembar uang pecahan Rp5.000 yang masih tergenggam.

Karena tidak ditemukan identitas pada tubuh korban, jenazah kemudian dievakuasi menggunakan ambulans ke Puskesmas Muara Batu dan selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Cut Meutia di Buket Rata untuk penanganan lebih lanjut.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengetahui identitas korban serta penyebab pasti kematiannya.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke Polsek Muara Batu.

“Berdasarkan keterangan warga, pada Selasa sebelumnya korban sempat terlihat mengendarai sepeda mini berwarna merah dan mondar-mandir di sepanjang jalan Desa Tanoh Anoe tanpa tujuan yang jelas. Hingga saat ini penyebab pasti kematian korban masih dalam proses penyelidikan,” tutup Syukrullah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *