Aceh Selatan – Ketua Umum HMP2T, Teuku Ridwansyah, melontarkan kritik keras terhadap Kepala SMAN 1 Trumon, Sri Wahyuni, terkait dugaan hilangnya dokumen Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Dana BOS Tahap I dan II Tahun Anggaran 2025, Senin (06/04/2026).
Dalam pernyataannya, Ridwansyah menilai alasan “dokumen hanyut akibat banjir” sebagai hal yang janggal dan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia menyebut, wilayah tersebut tidak pernah mengalami banjir sebagaimana yang disampaikan.
“Kalau memang tidak pernah ada banjir, lalu dokumen itu hanyut ke mana? Ini patut dipertanyakan secara serius,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa hilangnya dokumen penting seperti LPJ, bukti setor pajak, serta transaksi jasa giro rekening BOS bukan persoalan administratif biasa, melainkan menyangkut tanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan negara.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat mengindikasikan adanya dugaan ketidakterbukaan dalam pengelolaan Dana BOS, sehingga perlu dilakukan penelusuran secara menyeluruh oleh pihak berwenang.
“Ini dokumen negara yang seharusnya dijaga dengan baik. Jika hilang dengan alasan yang tidak jelas, tentu menimbulkan kecurigaan publik,” katanya.
Ridwansyah juga menyoroti persoalan lain di sektor pendidikan, termasuk polemik Program Indonesia Pintar (PIP) yang dinilai belum tuntas hingga saat ini. Ia menilai kondisi ini menunjukkan perlunya evaluasi serius terhadap tata kelola pendidikan di wilayah tersebut.
Lebih lanjut, ia mendesak Kepala Dinas Pendidikan Aceh melalui Cabang Dinas Pendidikan Aceh Selatan serta aparat penegak hukum untuk segera melakukan klarifikasi dan pemeriksaan secara terbuka.
“Kami meminta agar persoalan ini ditangani secara transparan dan profesional. Jika ditemukan pelanggaran, maka harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran pendidikan.
“Ini menyangkut uang negara dan masa depan pendidikan. Kami akan terus mengawal agar persoalan ini tidak dibiarkan begitu saja,” tutupnya.





