HMI Komsat FP USK Kecam Kericuhan Antarmahasiswa, Desak Aktor Intelektual Diusut

Banda Aceh – Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (HMI Komsat FP USK) mengecam keras tindakan anarkis yang terjadi antarmahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala pada Kamis, (21/05/2026).

Ketua HMI Komsat FP USK, Farid Duha, menilai peristiwa tersebut menunjukkan memudarnya nilai-nilai kemahasiswaan yang selama ini harus dijunjung tinggi oleh setiap mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa tidak seharusnya mengedepankan kekerasan hingga menyebabkan kerusakan fasilitas kampus dan menimbulkan korban luka.

Bacaan Lainnya

“Mahasiswa hari ini jangan sampai larut dalam sikap premanisme yang seolah-olah kebal terhadap hukum. Tindakan anarkis bukanlah sikap mahasiswa, melainkan tindakan yang jelas melanggar hukum dan mencederai nilai intelektual yang selama ini kita junjung,” ujar Farid.

Ia menegaskan, kericuhan tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai bentrokan spontan antarmahasiswa semata, melainkan harus diusut secara menyeluruh oleh pihak berwenang.

Farid meminta aparat penegak hukum dan pihak kampus segera melakukan investigasi terhadap aktor intelektual maupun aktor lapangan yang diduga terlibat dalam rangkaian penyerangan, baik dari pihak mahasiswa Fakultas Pertanian yang lebih dulu mendatangi Fakultas Teknik maupun aksi balasan yang terjadi setelahnya.

“Semua pihak yang terlibat harus diperiksa secara objektif. Jangan hanya berhenti pada pelaku di lapangan, tetapi usut juga siapa yang berada di balik peristiwa ini. Aktor intelektual harus diungkap agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” katanya.

Selain itu, ia juga meminta pihak berwenang segera mengamankan para pelaku agar proses hukum dapat berjalan dengan baik dan adil. Menurutnya, penyelesaian persoalan tersebut harus dilakukan secara terbuka, tegas, dan tidak dibiarkan berlarut-larut.

Di sisi lain, Farid turut mengajak seluruh mahasiswa Universitas Syiah Kuala untuk segera melakukan konsolidasi perdamaian dan kembali menjaga persatuan di lingkungan kampus.

“Kami mengajak seluruh mahasiswa USK untuk kembali bersatu, menahan diri, dan menyelesaikan persoalan ini dengan kepala dingin. Kampus adalah ruang ilmu, ruang dialog, dan ruang persaudaraan, bukan tempat untuk kekerasan,” lanjutnya.

Ia menambahkan, HMI Komsat FP USK mendukung langkah mediasi yang melibatkan seluruh unsur terkait agar hubungan antarmahasiswa kembali harmonis. Farid berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran bersama bahwa kekerasan hanya akan merugikan semua pihak serta mencoreng nama baik universitas.

“Sudah saatnya mahasiswa kembali ke nilai-nilai perjuangan, intelektualitas, dan persaudaraan. Kita harus menjaga USK tetap menjadi lingkungan akademik yang aman, damai, dan bermartabat,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *