Bantuan Minim Pascabanjir, Warga Keude Bungkaih Desak Pemkab Aceh Utara Turun Langsung

Aceh Utara – Warga Gampong Keude Bungkaih, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, hingga kini masih merasakan minimnya bantuan pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah mereka. Rumah-rumah warga di sepanjang aliran sungai dilaporkan mengalami kerusakan parah dan hancur akibat terjangan banjir, sementara sebagian besar masyarakat terdampak mengaku jarang tersentuh bantuan, Senin, (20/01/2026).

Pantauan langsung Bahaba.net di lokasi menunjukkan kondisi permukiman warga yang sangat memprihatinkan. Banyak rumah tidak lagi layak huni, menyisakan puing-puing akibat derasnya arus banjir bandang yang datang secara tiba-tiba. Warga menceritakan, air naik dalam hitungan menit dan langsung menyapu rumah beserta seluruh harta benda.

“Air datang sangat cepat. Kami tidak sempat menyelamatkan apa pun, yang terpenting saat itu hanya menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi,” ujar salah seorang warga terdampak kepada Bahaba.net.

Ironisnya, hingga hampir sebulan pascabencana, warga menyebutkan bantuan yang mereka terima masih sangat terbatas. Letak permukiman yang berada agak masuk ke dalam disebut menjadi salah satu penyebab minimnya distribusi bantuan ke wilayah tersebut. Meski sempat datang bantuan berupa tenda darurat, warga menilai bantuan tersebut belum sebanding dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan yang mereka alami.

Selain persoalan bantuan, warga juga mengeluhkan kondisi listrik yang baru kembali menyala sekitar dua hari terakhir sejak bencana terjadi. Selama hampir satu bulan lebih, masyarakat Keude Bungkaih harus bertahan hidup tanpa penerangan, menjalani aktivitas sehari-hari dalam kondisi gelap.

“Sudah hampir sebulan kami hidup tanpa lampu. Kondisinya sangat sulit, terutama untuk anak-anak dan lansia,” ungkap warga lainnya.

Atas kondisi tersebut, warga mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk turun langsung ke lapangan melihat kondisi mereka yang sesungguhnya. Warga berharap pemerintah tidak hanya fokus pada wilayah yang mudah dijangkau, tetapi juga memberi perhatian serius kepada kampung-kampung terdampak bencana yang selama ini jarang mendapatkan bantuan, khususnya permukiman di sepanjang aliran sungai yang mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang.

Pos terkait