ISAJA Apresiasi Langkah Cepat Tim Gabungan, Ingatkan Warga Tetap Waspada terhadap Potensi Kembalinya “Kafe Vietnam”

Aceh Jaya – Ikatan Santri Aceh Jaya (ISAJA) mengapresiasi langkah cepat Tim Gabungan yang terdiri dari unsur Kepolisian, Imigrasi, dan Dinas Lingkungan Hidup yang turun langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti isu dugaan keberadaan Warga Negara Asing (WNA) asal Vietnam serta aktivitas penambangan emas ilegal di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (23/01/2026).

Langkah sigap tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata aparat penegak hukum dan jajaran pemerintah dalam merespons keresahan publik yang sempat berkembang luas di tengah masyarakat, khususnya terkait isu WNA Vietnam dan praktik tambang emas ilegal yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Bacaan Lainnya

ISAJA menilai kehadiran langsung Tim Gabungan ke lokasi merupakan langkah tepat untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tim gabungan menyatakan tidak menemukan keberadaan WNA maupun aktivitas penambangan emas ilegal sebagaimana yang sebelumnya viral.

Namun demikian, ISAJA mencatat bahwa turunnya tim ke lokasi juga menunjukkan belum adanya laporan resmi, perizinan, maupun data awal terkait dugaan keberadaan WNA di wilayah tersebut. Di sisi lain, berdasarkan kesaksian sebagian masyarakat, sebelumnya sempat terdapat aktivitas mencurigakan yang diduga dilakukan secara ilegal.

“Kondisi ini menjadi catatan penting dan tidak boleh diabaikan begitu saja. Kewaspadaan tetap harus dijaga,” demikian pernyataan ISAJA.

Atas dasar itu, ISAJA mengajak masyarakat Aceh Jaya untuk tetap waspada, saling menjaga wilayah masing-masing, serta aktif melaporkan kepada pihak berwenang apabila di kemudian hari ditemukan indikasi aktivitas ilegal, termasuk potensi kembalinya aktivitas yang oleh masyarakat dikenal dengan sebutan “kafe Vietnam”.

ISAJA menegaskan bahwa persoalan tersebut menyangkut kedaulatan wilayah serta hak masyarakat atas tanah dan sumber daya alamnya. Oleh karena itu, peran aktif masyarakat dinilai sangat penting dalam menjaga Aceh Jaya dari praktik-praktik yang melanggar hukum.

Selain itu, ISAJA juga menyerukan agar semangat perjuangan para leluhur Aceh terus dihidupkan dalam menjaga tanah dan kekayaan alam dari pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan secara ilegal. Menurut ISAJA, sumber daya alam Aceh Jaya harus dikelola secara sah, adil, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat setempat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *