Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa dan Balita di Aceh Timur Dilarikan ke Puskesmas dan RSUD

Aceh Timur – Puluhan siswa SD, SMP serta balita di Desa Bandar Baro dan Blang Nisam, Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur, terpaksa dilarikan ke Puskesmas hingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setelah mengalami gejala muntah-muntah dan diare akut usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (23/01/2026).

Situasi kepanikan mulai terjadi sejak Jumat siang hingga malam hari. Warga satu per satu melaporkan anak-anak mereka mengalami keluhan serupa, mulai dari muntah hebat hingga diare, sehingga harus segera mendapatkan penanganan medis.

Bacaan Lainnya

Penjabat Keuchik Bandar Baro, Rasyidin, saat dikonfirmasi Sabtu (24/01/2026), mengatakan dirinya belum berani memastikan kejadian tersebut sebagai keracunan. Namun, ia mengakui kondisi warga, khususnya anak-anak dan balita, mengharuskan mereka dibawa ke fasilitas kesehatan setelah mengonsumsi MBG.

“Saya bukan ahli gizi dan tidak berani menuduh itu keracunan. Tapi balita dan anak-anak di kampung saya harus dilarikan ke rumah sakit setelah makan MBG. Mereka muntah-muntah terus dan diare,” ujar Rasyidin.

Ia menambahkan, hingga saat ini sebanyak 19 anak-anak dan balita di desanya sempat mendapatkan perawatan intensif, sementara beberapa lainnya sudah diperbolehkan pulang.

Sementara itu, data rinci identitas para korban masih dalam proses pendataan oleh perangkat desa setempat. Diketahui, paket menu MBG yang dikonsumsi para korban terdiri dari semangka, bihun bakso, tahu, dan sayuran.

Tak lama setelah waktu makan siang, gejala mulai dirasakan para siswa SD dan SMP hingga balita di wilayah Indra Makmu. Warga yang panik langsung membawa anak-anak mereka ke Puskesmas terdekat.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 16 warga yang terdiri dari pelajar dan balita dirawat di Puskesmas Alue Ie Mirah. Selain itu, seorang pasien bernama Dila Tita Sari (15) asal Bandar Baro mengalami kondisi serius hingga harus dirujuk ke RSUD Zubir Mahmud.

Direktur RSUD Zubir Mahmud, dr. Edi Gunawan, membenarkan adanya pasien yang dirawat akibat dugaan keracunan tersebut dan saat ini masih dalam penanganan pihak medis.

“Hingga kini pasien masih kami tangani sesuai prosedur medis,” singkatnya.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak SPPG Blang Nisam maupun Bandar Baro terkait dugaan keracunan massal tersebut.

Pos terkait