Aceh Barat Daya – Kepedulian Bupati Aceh Barat Daya, Dr. Safaruddin, S.Sos., MSP terhadap anak-anak yatim di daerah yang berjuluk Bumoe Breuh Sigupai mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.
Atas konsistensi dan kepeduliannya tersebut, ia dinilai layak menyandang julukan sebagai “Bapak Anak Yatim Abdya.”
Penilaian itu disampaikan oleh Ketua Forum Jurnalis Aceh Wilayah Aceh Barat Daya (Abdya), Rusman.
Ia menyebutkan bahwa perhatian Dr. Safaruddin terhadap anak yatim bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan telah menjadi kebiasaan yang terus dilakukan dalam berbagai kesempatan.
“Pada Jumat (13/03/2026) sore kemarin, ratusan anak yatim di Abdya kembali menerima santunan dari beliau di Pendopo Bupati. Ini bukan kali pertama, tetapi sudah menjadi kegiatan yang rutin dilakukan,” kata Rusman, Sabtu (14/03/2026).
Menurut Rusman, sikap kepedulian tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah Al-Baqarah ayat 220 serta Surah Al-Ma’un yang menekankan pentingnya memperhatikan dan membantu anak yatim serta masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga menegaskan bahwa kepedulian Dr. Safaruddin terhadap anak yatim sudah terlihat jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Bupati Aceh Barat Daya.
“Perhatian beliau kepada anak yatim bukan hanya setelah menjadi orang nomor satu di Abdya. Bahkan ketika masih menjabat sebagai anggota DPR Aceh periode lalu, beliau sering menyelipkan kegiatan santunan anak yatim dalam setiap agenda kunjungan ke daerah, baik saat reses maupun kegiatan lainnya,” jelas Rusman.
Rusman menambahkan, masyarakat Abdya juga sudah lama mengenal kegiatan santunan anak yatim yang rutin digelar setiap tahun di kediaman orang tua Dr. Safaruddin di Gampong Tengah, Kecamatan Rawa Susoh.
“Agenda santunan anak yatim di rumah orang tua beliau di Gampong Tengah sudah berlangsung saban tahun, dan kami dari media juga kerap meliput kegiatan tersebut. Banyak jejak digital yang menunjukkan kepedulian beliau terhadap anak yatim,” ujarnya.
Tak hanya dari kalangan jurnalis, apresiasi juga datang dari masyarakat Aceh Barat Daya yang menilai perhatian dan kepedulian Dr. Safaruddin terhadap anak yatim patut dicontoh oleh para pemimpin lainnya.
Dengan rekam jejak kepedulian yang konsisten tersebut, masyarakat Abdya menilai Dr. Safaruddin layak dijuluki sebagai “Bapak Anak Yatim Abdya.”
Julukan ini dianggap sebagai bentuk penghargaan moral atas dedikasinya dalam memperhatikan kesejahteraan anak-anak yatim di daerah tersebut. (*)





