Aceh Jaya — Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Beu Makmue Sejahtera Gampong Alue Punti, Kecamatan Pasie Raya, melaksanakan panen perdana budidaya ikan lele sebanyak 700 kilogram, sebagai bagian dari program ketahanan pangan berbasis potensi lokal gampong. Rabu (22/4/2026)
Kegiatan panen tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMPKB), Tenaga Ahli (TA) P3MD, Sekretaris Kecamatan Pasie Raya, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Tenaga Pendamping Perikanan, serta Tenaga Pendamping Lokal Desa.
Pj Keuchik Alue Punti, Mursih, didampingi Ketua BUMG Suhardi menjelaskan bahwa budidaya ikan lele ini masih berada pada tahap awal pengembangan.
Berbagai penyesuaian masih terus dilakukan, mulai dari pemilihan jenis ikan, pengelolaan kualitas air, hingga optimalisasi pemberian pakan.
“Sebagian besar modal awal juga kami gunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana pendukung usaha jangka panjang,” ujar Mursih
“Program ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga untuk memastikan ketersediaan pangan, khususnya protein hewani yang terjangkau bagi masyarakat,” ucapnya
Ia juga mengungkapkan bahwa hasil panen perdana langsung dipasarkan ke Meulaboh karena adanya permintaan. Namun, pihaknya masih menghadapi kendala dalam aspek pemasaran yang berkelanjutan.
“Kami berharap pemerintah dapat memfasilitasi kerja sama dengan dunia usaha agar usaha ini memiliki kepastian pasar dan dapat terus berkembang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala DPMPKB Aceh Jaya, Dahrial, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan BUMG Beu Makmue Sejahtera dalam mengembangkan usaha produktif berbasis potensi lokal.
Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa gampong mampu mandiri dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.
“BUMG ini sebelumnya juga sukses mengembangkan usaha ayam potong dan meraih juara pertama Inovasi Gampong tingkat Kabupaten Aceh Jaya tahun 2023,” cetus Dahrial
“Kini mereka kembali membuktikan kemampuan dengan budidaya ikan lele dan nila secara mandiri. Ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya
Ia juga mendorong agar hasil budidaya ikan dapat dimanfaatkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta mitra dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), baik di Pasie Raya maupun secara luas di Aceh Jaya.
“Potensi lokal seperti ini harus dimanfaatkan sebagai bagian dari menu dapur MBG, sejalan dengan arahan pemerintah pusat dalam pemenuhan gizi anak sekolah,” tutup Dahrial. (*)





