Banda Aceh – Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Aceh Singkil (HIMAPAS) sukses menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Menggali Potensi Sumber Daya Alam Aceh Singkil untuk Aceh Singkil yang Berkelanjutan”. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Badan Kesbangpol Aceh, Banda Aceh, pada Kamis (14/5/2026).
FGD ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, pengusaha, hingga perwakilan perusahaan daerah. Adapun narasumber yang hadir yaitu Dr. Muhajir Al-Fairusy, M.A., Baihaqi, S.Si., dan Faysal Ismail, perwakilan PT PEMA Aceh dari Direksi Komersial.
Dalam penyampaiannya, Dr. Muhajir Al-Fairusy mengatakan bahwa Aceh Singkil memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, baik dari sektor alam, laut, maupun hasil bumi. Menurutnya, potensi tersebut perlu dikelola dengan baik melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Aceh Singkil memiliki potensi alam, laut, hasil bumi, dan berbagai potensi lainnya. Tinggal bagaimana kita menata sumber daya manusia dan mengoptimalkannya. Di sini, kita perlu mendorong perhatian pemerintah daerah untuk mewujudkan cita-cita kaum muda,” ujar Muhajir.
Sementara itu, Baihaqi menyampaikan bahwa sebelum mengelola sumber daya alam, masyarakat Aceh Singkil perlu terlebih dahulu membangun kesadaran dan kemampuan dalam mengelola diri sendiri. Menurutnya, Aceh Singkil membutuhkan generasi yang memiliki integritas dan komitmen kuat.
“Sebelum menggali potensi dan mengelola sumber daya alam Aceh Singkil, kita harus mampu mengenali dan mengelola diri sendiri. Setelah itu, barulah kita dapat mengelola sumber daya alam yang ada. Aceh Singkil membutuhkan orang-orang yang berintegritas dan memiliki komitmen,” ujar Baihaqi.
Faysal Ismail, selaku perwakilan PT PEMA Aceh, juga menyampaikan komitmen pihaknya untuk mendukung kemajuan daerah. Ia mengatakan bahwa PT PEMA sebagai perusahaan daerah memiliki peran dalam mendorong peningkatan pendapatan daerah.
“Kami dari PT PEMA Aceh siap membantu sesuai dengan kemampuan kami untuk kemajuan daerah. Sebagai perusahaan daerah, tentu tujuan kami adalah ikut berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan daerah,” ujar Faysal.
Ketua panitia kegiatan, Mullyadi Manik, menyampaikan bahwa mahasiswa dan pemuda merupakan ujung tombak pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, FGD ini menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran bersama agar generasi muda Aceh Singkil tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi pelaku dalam pengelolaan potensi daerah.
“Melalui FGD ini, kita mulai bergerak dan tumbuh bersama. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pelaku agar hasil alam Aceh Singkil dapat dinikmati oleh masyarakat setempat, bukan hanya oleh oligarki atau pihak luar,” ujar Mullyadi.
Ia menambahkan, Aceh Singkil memiliki potensi alam yang melimpah, antara lain hasil bumi seperti emas, batu bara, karbon, dan gas alam. Selain itu, Aceh Singkil juga memiliki potensi besar di sektor perkebunan sawit, hutan wisata, serta laut yang kaya akan hasil ikan ekspor.
Melalui kegiatan ini, HIMAPAS mengajak mahasiswa dan pemuda Aceh Singkil di Banda Aceh untuk lebih peduli terhadap potensi daerah. FGD tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran, memperkuat kerja sama, serta mendorong lahirnya gagasan bersama untuk kemajuan Aceh Singkil yang lebih baik, maju, dan berkelanjutan.





