BANDA ACEH — Senat Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh akan menggelar Sikula Legislatif Se-Aceh pada 28–30 Agustus 2026 mendatang di Aula SBSN Psikologi UIN Ar-Raniry. Kegiatan yang menargetkan 80 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Aceh ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah peningkatan kapasitas mahasiswa dalam memahami fungsi dan sistem legislatif di lingkungan kemahasiswaan, Kamis, (20/08/2026).
Ketua Senat Mahasiswa UIN Ar-Raniry, Zuhari Alvinda Haris, mengajak mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Aceh untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Sikula Legislatif tidak hanya menjadi forum pertemuan antarlembaga legislatif mahasiswa, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk memperluas wawasan dan memperkuat sistem legislatif di tingkat mahasiswa.
“Saya selaku Ketua Senat UIN mengajak seluruh mahasiswa Aceh untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan Sikula Legislatif ini. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi antarlegislatif mahasiswa se-Aceh, tetapi juga untuk menambah wawasan tentang legislatif serta bersama-sama memperkuat sistem legislatif di tingkat mahasiswa,” ujarnya.
Zuhari menyebutkan, kegiatan tersebut juga akan menghadirkan sejumlah pemateri dan Master of Training yang memiliki pengalaman di bidang masing-masing. Mereka di antaranya Ir. Nurchalis, S.P., M.Si. dari DPRA Fraksi NasDem, Irwansyah, S.T. selaku Ketua DPRK Banda Aceh, Maulana Akbar selaku Anggota DPRK Aceh Besar, Dr. Badri Hasan selaku akademisi hukum UIN Ar-Raniry, serta tokoh muda Aceh Zulfata Agapol yang dikenal sebagai penulis buku Pemikiran Politik Ali Hasjmy.
“Dalam kegiatan Sikula Legislatif ini juga akan dihadiri para pemateri dan Master of Training yang luar biasa, yaitu Ir. Nurchalis, S.P., M.Si. dari DPRA Fraksi NasDem, Irwansyah, S.T. selaku Ketua DPRK Kota Banda Aceh, Maulana Akbar selaku Anggota DPRK Aceh Besar, Dr. Badri Hasan selaku akademisi hukum UIN, serta tokoh muda Aceh, Zulfata Agapol, penulis buku Pemikiran Politik Ali Hasjmy,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Sikula Legislatif mengatakan kegiatan tersebut mengusung tema “Mencetak Kader Muda dalam Meningkatkan Fungsi Kontrol Kebijakan Politik yang Gandrung Keadilan dan Kesejahteraan Rakyat.”
Menurutnya, tema tersebut dipilih untuk mendorong mahasiswa agar kembali memahami peran strategisnya sebagai agent of change, khususnya dalam mengawal serta mengawasi berbagai kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat Aceh.
“Dalam kegiatan ini, kami mengusung tema ‘Mencetak Kader Muda dalam Meningkatkan Fungsi Kontrol Kebijakan Politik yang Gandrung Keadilan dan Kesejahteraan Rakyat’. Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa sebagai agent of change dapat kembali kepada spirit perjuangan untuk mengawasi berbagai kebijakan pemerintah Indonesia, khususnya di Aceh,” katanya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak bersikap apatis terhadap peran sosial dan tanggung jawabnya di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan aktivitas akademik di lingkungan kampus, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial sebagai bagian dari masyarakat.
“Jika berbicara tentang mahasiswa, bukan serta-merta hanya pulang dan pergi dari kampus. Peran mahasiswa jauh lebih luas daripada itu. Mahasiswa adalah pengontrol arah kebijakan, penyambung lidah rakyat, dan generasi penerus bangsa. Maka dari itu, kita tidak boleh apatis terhadap kegiatan-kegiatan yang menopang masa depan kita bersama,” tutupnya.





