Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat seluruh wilayah Aceh saat ini mulai mengalami penurunan curah hujan berdasarkan hasil monitoring perkembangan musim dan analisis dasarian (10 hari berturut-turut) terakhir. Kondisi tersebut terpantau merata, meskipun secara klimatologis tidak semua wilayah Aceh telah memasuki musim kemarau, Sabtu, (24/01/2026).
Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Aceh, Rizal, menyampaikan bahwa dari pemantauan perkembangan musim terbaru terlihat seluruh wilayah Aceh mengalami curah hujan rendah. Hal itu diperkuat oleh data beberapa dasarian terakhir yang menunjukkan intensitas hujan berada pada kategori rendah.
“Memang kalau dari monitoring perkembangan musim terakhir terlihat bahwa seluruh wilayah Aceh itu mengalami curah hujan rendah. Kemudian untuk perkembangan musimnya dilihat dari beberapa dasarian terakhir kemarin yang curah hujannya cukup rendah,” ujar Rizal.
Ia menjelaskan, berdasarkan prakiraan cuaca, untuk dua hari ke depan hingga sekitar 10 Februari 2026, curah hujan di Aceh diperkirakan masih berada pada kategori rendah.
Rizal juga menyebutkan, sejumlah wilayah di pesisir utara dan timur Aceh seperti Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Pidie, Pidie Jaya, hingga sebagian besar Aceh Besar secara normal memang mulai memasuki musim kemarau pertama pada Februari.
“Di 1 Februari itu biasanya sudah memasuki musim kemarau. Untuk periode kemarau pertama,” katanya.
Sementara itu, wilayah Aceh lainnya secara klimatologis saat ini masih berada dalam periode musim hujan. Namun, berdasarkan pemantauan harian, curah hujan juga terpantau rendah. BMKG turut mencatat wilayah Banda Aceh, Sabang, dan sebagian Aceh Besar secara normal telah memasuki musim kemarau sejak awal Februari.
Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat Aceh agar lebih bijak dan hemat dalam penggunaan air bersih guna mengantisipasi potensi kekurangan air dalam aktivitas sehari-hari.
“Imbauan dari kami BMKG khususnya dalam menghadapi musim kemarau, tentunya diharapkan kita semua lebih bijak dalam menggunakan air, lebih hemat, sehingga tidak mengalami kekurangan air bersih untuk kehidupan sehari-hari,” pungkas Rizal.





