Aceh Barat – Komunitas Bintang Kecil bekerja sama dengan CV Daratan Samudera, Universitas Teuku Umar (UTU), serta Relawan Petani Muda Milenial (RPMM) melaksanakan kegiatan dukungan psikososial bagi anak-anak terdampak bencana banjir tahun 2025 di wilayah Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Januari (29/01/2026).
Kegiatan diawali dengan pembekalan materi Psychological First Aid (PFA) yang dilaksanakan pada Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di Kampus Universitas Teuku Umar. Pembekalan ini diikuti oleh 20 orang mahasiswa UTU dan disampaikan langsung oleh Maria Ulfa selaku Koordinator Psikososial Bintang Kecil. Materi PFA diberikan sebagai bekal awal bagi para relawan agar mampu memberikan pendampingan psikososial yang tepat, aman, dan berempati kepada anak-anak di wilayah terdampak bencana.
Setelah mengikuti pelatihan, para mahasiswa tersebut terlibat langsung dalam kegiatan psikososial di desa terdampak, yakni Desa Sikundo dan Desa Canggai. Kedua desa ini dipilih karena merupakan wilayah yang mengalami dampak paling berat akibat bencana banjir yang terjadi pada tahun 2025 lalu.
Kegiatan psikososial dilaksanakan selama empat hari, mulai 25 hingga 28 Januari 2026, dengan menggunakan metode terapi menulis pengalaman berkesan dan art therapy. Metode ini dipilih karena mudah diaplikasikan oleh relawan bencana serta menggunakan media yang sederhana dan mudah diperoleh. Terapi menulis dan art therapy diketahui memiliki manfaat dalam membantu anak-anak meregulasi emosi yang terpendam, baik akibat pengalaman bencana maupun faktor psikologis lainnya.
Di Desa Sikundo, kegiatan diikuti oleh 17 orang anak, sementara di Desa Canggai jumlah peserta mencapai hampir 50 orang anak, mulai dari usia taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar (SD). Beragam aktivitas dilaksanakan untuk menciptakan suasana yang aman dan menyenangkan, antara lain senam bersama, storytelling tentang pengalaman banjir, membaca buku, serta kegiatan seni seperti menggambar dan bermain kolase.
Melalui kegiatan ini, Bintang Kecil bersama para mitra berharap dapat memberikan dukungan psikososial yang bermakna, menghadirkan hiburan positif, serta menjadi alternatif kegiatan yang menyenangkan dan membangun bagi anak-anak di Desa Sikundo dan Desa Canggai, khususnya dalam proses pemulihan pascabencana.

