Aceh Utara – Menjelang Hari Raya Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi, relawan Koalisi Muda Nanggroe (KAMOE) menggelar kegiatan kemanusiaan di tenda pengungsian Desa Buket Linteng, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara dengan menghadirkan layanan cukur rambut gratis bagi anak-anak hingga orang dewasa yang masih berada di pengungsian akibat banjir. Sabtu, (14/03/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang hingga kini masih bertahan di tenda pengungsian. Menjelang lebaran, para relawan berupaya menghadirkan kebahagiaan sederhana agar para pengungsi tetap dapat menyambut Idul Fitri dengan lebih rapi, nyaman, dan penuh semangat meskipun dalam kondisi terbatas.
Selain layanan cukur rambut gratis, para relawan juga menyalurkan bantuan logistik serta menggelar buka puasa bersama dengan masyarakat pengungsi. Suasana kebersamaan terasa hangat ketika relawan dan masyarakat berbuka puasa bersama dengan hidangan khas Aceh, yakni Kuah Beulangong, yang dimasak dan dinikmati bersama di tenda pengungsian.
Dalam pelaksanaannya, KAMOE berkolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya komunitas Sekolah Sagu, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Kepolisian Resor Lhokseumawe, organisasi mahasiswa (Ormawa) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, serta didukung oleh insan pers yang turut membantu menyuarakan kepedulian terhadap kondisi masyarakat di pengungsian. Kolaborasi lintas komunitas ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan solidaritas kemanusiaan.
Founder KAMOE, Allam Thoriq Aku, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian anak muda Aceh untuk terus hadir di tengah masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.
“Ramadhan adalah bulan yang mengajarkan kita tentang kepedulian dan kebersamaan. Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat yang masih berada di pengungsian. Walaupun bantuan yang kami berikan sederhana, kami berharap kehadiran kami dapat sedikit meringankan beban dan menghadirkan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kondisi masyarakat pascabencana masih membutuhkan perhatian bersama dari berbagai pihak.
“Aceh belum sepenuhnya pulih. Karena itu mari kita terus hadir, terus peduli, dan terus bergerak bersama. Gerakan kecil yang kita lakukan hari ini adalah harapan dan masa depan bagi saudara-saudara kita yang masih berada di pengungsian. InsyaAllah dengan kebersamaan dan kepedulian, Aceh akan bangkit kembali,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DEMA Ormawa Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Muhammad Irfan, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan di lingkungan kampus.
“Sebagai mahasiswa, kami merasa terpanggil untuk ikut hadir dan berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan seperti ini. Ramadhan mengajarkan kita untuk saling berbagi dan peduli terhadap sesama. Semoga kehadiran kami bersama para relawan dapat memberikan semangat dan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang saat ini masih berada di pengungsian,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat menghadirkan senyum dan harapan baru bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit di pengungsian. Kebersamaan antara relawan, mahasiswa, aparat, komunitas, serta insan pers menjadi pengingat bahwa solidaritas dan kepedulian merupakan kekuatan utama dalam membantu masyarakat bangkit kembali dari bencana.

