Aceh Selatan – Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) Aceh Selatan menilai sosok Dewan Muda Firauza Heldin layak maju sebagai calon Ketua KNPI Aceh Selatan pada periode mendatang. Penilaian tersebut didasarkan pada rekam jejak organisasi dan kiprah kepemudaan yang dinilai konsisten sejak Firauza masih aktif sebagai mahasiswa, Selasa, (09/06/2026).
Sekretaris IPA Aceh Selatan, Zuliyanda, mengatakan Firauza Heldin memiliki sejumlah modal penting untuk memimpin organisasi kepemudaan terbesar di daerah tersebut. Menurutnya, pengalaman organisasi, kedekatan dengan pemuda akar rumput, serta perhatian terhadap pengembangan ekonomi kreatif menjadi nilai lebih yang dimiliki Firauza.
“Firauza bukan sosok baru dalam dunia organisasi kepemudaan. Sejak lama beliau konsisten berkiprah di berbagai gerakan mahasiswa dan pemuda. Beliau memahami persoalan yang dihadapi pemuda maupun organisasi kepemudaan di Aceh Selatan. Karena itu, kami menilai beliau layak memimpin KNPI agar lebih progresif dan mampu menghadirkan solusi bagi generasi muda,” ujar Zuliyanda.
Ia menambahkan, KNPI Aceh Selatan ke depan harus mampu menjadi wadah pemersatu seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), bukan sekadar menjalankan agenda seremonial semata. Menurutnya, kepemimpinan yang inklusif sangat dibutuhkan untuk memperkuat sinergi antarpemuda dan organisasi.
“KNPI harus menjadi rumah besar bagi seluruh OKP. Kami melihat Firauza memiliki kemampuan merangkul berbagai elemen kepemudaan karena gaya komunikasinya yang terbuka, inklusif, dan tidak sektoral,” katanya.
Saat ini, Firauza Heldin diketahui aktif sebagai Dewan Muda dan terlibat dalam berbagai forum kepemudaan di tingkat provinsi. Sejumlah program yang pernah digagasnya antara lain pelatihan kewirausahaan bagi pemuda, penguatan kapasitas organisasi kepemudaan di tingkat kecamatan, hingga pengembangan literasi digital.
Zuliyanda menegaskan, pemuda Aceh Selatan membutuhkan figur pemimpin yang tidak hanya hadir pada momentum tertentu, tetapi juga mampu turun langsung ke lapangan untuk mendengar dan memperjuangkan kebutuhan generasi muda.
“Kami tidak ingin KNPI hanya menjadi kendaraan politik sesaat. Yang dibutuhkan adalah pemimpin yang hadir di tengah pemuda, mendengar aspirasi mereka secara langsung, serta membuka akses terhadap pelatihan, pengembangan kapasitas, dan peluang usaha. Sosok itu kami lihat ada pada Firauza Heldin,” ungkapnya.
Dukungan yang disampaikan IPA Aceh Selatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari proses konsolidasi pemuda menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Aceh Selatan. IPA juga menyatakan komitmennya untuk mengawal jalannya proses demokrasi internal KNPI agar berlangsung secara jujur, adil, dan mengedepankan kepentingan pemuda.
“Jika pemuda mampu bersatu dan dipimpin oleh figur yang tepat, maka KNPI dapat menjadi lokomotif perubahan dan pembangunan kepemudaan di Aceh Selatan,” tutup Zuliyanda.

