Banda Aceh – Himpunan Mahasiswa Islam Barat (HIMAB) memperingati Milad ke-40 melalui kegiatan Silaturahmi Lintas Generasi yang berlangsung di Sekretariat Pengurus Pusat HIMAB, Banda Aceh. Kegiatan yang digelar pada Sabtu itu menjadi momentum mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat komitmen lintas generasi dalam melanjutkan estafet pengabdian bagi masyarakat dan pembangunan Aceh. Sabtu (25/7/2026).
Peringatan empat dekade HIMAB dihadiri berbagai unsur, mulai dari jajaran pemerintah daerah, pimpinan perguruan tinggi, unsur legislatif, alim ulama, tokoh masyarakat, alumni, hingga kader dari berbagai generasi. Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan kuatnya ikatan kekeluargaan yang selama ini terbangun dalam organisasi.
Suasana silaturahmi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Selain menjadi ajang temu kangen antargenerasi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang berbagi pengalaman, gagasan, dan refleksi atas perjalanan panjang HIMAB dalam melahirkan kader-kader yang berkiprah di berbagai bidang.
Selama 40 tahun berdiri, HIMAB dinilai tidak hanya menjadi wadah berhimpun bagi mahasiswa, tetapi juga berperan sebagai ruang pembinaan karakter, kepemimpinan, intelektualitas, serta penguatan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Momentum Milad ke-40 juga menjadi refleksi bagi seluruh keluarga besar HIMAB untuk terus menjaga nilai-nilai perjuangan di tengah perkembangan zaman. Organisasi diharapkan mampu mempertahankan tradisi intelektual, memperkuat persaudaraan, serta menghadirkan gagasan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui silaturahmi lintas generasi ini, HIMAB berharap hubungan kekeluargaan antaralumni dan kader tetap terjalin erat sehingga mampu memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan Aceh, khususnya Aceh Besar.
Empat dekade perjalanan HIMAB menjadi bukti konsistensi organisasi dalam menjaga nilai-nilai persaudaraan, memperkuat semangat perjuangan, serta menyiapkan kader-kader yang berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap umat, bangsa, dan daerah. Semangat kebersamaan tersebut diharapkan terus menjadi fondasi agar HIMAB tetap relevan dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menurut adek, versi ini lebih layak tayang sebagai berita karena tidak terasa seperti opini atau sambutan, melainkan benar-benar menjadi laporan kegiatan yang informatif dan enak dibaca.

