BANDA ACEH – Tiga kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banda Aceh meraih predikat Peserta Terbaik dalam kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang digelar Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Banda Aceh. Kamis (10/9/2026)
Ketiga kader tersebut yakni M. Askar dan Zamir Farhan dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, serta Khairussubula dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK).
Kegiatan P2P menjadi salah satu ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa dan pemuda, untuk meningkatkan pemahaman serta keterlibatan dalam pengawasan tahapan pemilu secara partisipatif.
Dalam forum tersebut, peserta membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan pengawasan pemilu, termasuk pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah praktik politik uang, intimidasi, serta potensi pelanggaran yang dapat memengaruhi proses demokrasi.
Salah satu isu yang turut mendapat perhatian dalam kegiatan itu adalah perlindungan terhadap saksi dan pelapor dugaan pelanggaran pemilu. Jaminan keamanan dinilai penting untuk mendorong masyarakat agar berani menyampaikan informasi ketika menemukan dugaan pelanggaran.
Keterlibatan mahasiswa dalam pengawasan partisipatif juga dinilai memiliki peran strategis. Sebagai kelompok intelektual muda, mahasiswa dapat berkontribusi melalui edukasi, pemantauan, serta penyampaian informasi terkait penyelenggaraan pemilu kepada masyarakat.
Prestasi yang diraih M. Askar, Zamir Farhan, dan Khairussubula menjadi bagian dari kontribusi kader HMI Cabang Banda Aceh dalam meningkatkan kapasitas kepemudaan di bidang kepemiluan dan pengawasan demokrasi.
Melalui forum P2P, keterlibatan masyarakat diharapkan semakin kuat sehingga pengawasan terhadap seluruh tahapan pemilu tidak hanya bergantung pada lembaga pengawas, tetapi juga mendapat dukungan aktif dari masyarakat dan kelompok mahasiswa.

