Aceh Jaya – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya menggelar Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat kesiapan lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana karhutla.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Jaya, Safwandi, S.Sos., M.AP, dan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Aceh Jaya, Kamis (29/1/2026).
Apel kesiapsiagaan ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Aceh Jaya, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, instansi vertikal, para kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), camat, relawan kebencanaan, serta unsur terkait lainnya.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Aceh Jaya Nomor 360/01 Tahun 2026 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Potensi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di wilayah Kabupaten Aceh Jaya.
Dalam amanatnya, Bupati Aceh Jaya Safwandi menegaskan bahwa Aceh Jaya termasuk daerah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi setiap tahunnya.
Oleh karena itu, seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat dituntut untuk selalu siaga, solid, dan bersatu dalam upaya pencegahan serta penanggulangan bencana.
“Pengalaman kejadian karhutla sebelumnya menunjukkan dampak yang sangat luas, mulai dari terganggunya kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, perekonomian, hingga transportasi, bahkan dapat mengancam keselamatan jiwa,” ucapnya
“Karena itu, dibutuhkan kerja sama dan koordinasi lintas sektor yang kuat agar risiko dan dampaknya dapat diminimalkan,” ujar Safwandi.
Lebih lanjut, Safwandi menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya telah melakukan berbagai langkah antisipatif, di antaranya pemantauan titik panas secara rutin, peningkatan patroli di wilayah rawan, serta penyampaian imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Menurutnya, upaya-upaya tersebut diharapkan mampu menekan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dalam penanganan kebencanaan.
Secara khusus, para camat dan keuchik diminta agar senantiasa waspada serta mampu melakukan deteksi dini terhadap potensi bahaya di wilayah masing-masing. (*)

