Aceh Jaya – Dalam rangka menyambut tradisi Meugang yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Aceh, Pemerintah Gampong Babah Ceupan, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya, melaksanakan pembagian daging meugang kepada 75 Kepala Keluarga (KK), yang bersumber dari Pendapatan Asli Gampong (PAG) Tahun 2025. Senin (16/2/2026)
Kegiatan pembagian daging tersebut dilaksanakan secara langsung di Gampong Babah Ceupan dan diserahkan kepada warga penerima manfaat.
Program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah gampong sekaligus upaya menjaga kebersamaan sosial di tengah masyarakat menjelang hari-hari besar keagamaan.
Tradisi Meugang sendiri merupakan momen istimewa bagi masyarakat Aceh, di mana warga memasak dan menikmati hidangan daging bersama keluarga, kerabat, serta berbagi dengan anak yatim sebagai wujud rasa syukur dan mempererat tali silaturahmi.
Keuchik Gampong Babah Ceupan, Musfikar, menyampaikan bahwa pembagian daging meugang ini merupakan komitmen pemerintah gampong untuk memastikan tradisi tetap terjaga, terutama bagi keluarga yang membutuhkan.
“Kami bersyukur atas rezeki yang Allah berikan melalui Pendapatan Asli Gampong tahun 2025. Alhamdulillah, hari ini kami bisa membagikan daging meugang kepada 75 KK warga kita,” ujarnya
Ianya menambahkan bahwa Ini bukan sekadar pembagian daging, tetapi wujud kepedulian agar setiap keluarga di Gampong Babah Ceupan dapat merasakan keberkahan tradisi Meugang.
“Semoga daging ini menjadi berkah, mempererat silaturahmi, dan menambah semangat kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari dengan penuh rasa syukur. Mari kita jaga tradisi ini sebagai wujud cinta kasih serta kepedulian sosial,” pungkas Musfikar saat memberikan sambutan dan menyerahkan daging secara simbolis.
Ia juga menambahkan, pengelolaan Pendapatan Asli Gampong (PAG) yang baik akan terus diarahkan pada program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Pemerintah Gampong Babah Ceupan mengajak seluruh warga untuk terus mendukung program pembangunan berbasis PAG, agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan berkelanjutan di masa mendatang. (*)

