Bireuen – Seorang kepala desa di wilayah timur Kabupaten Bireuen menyoroti penyaluran bantuan meugang yang disebut berasal dari Presiden RI Prabowo Subianto senilai Rp50 juta bagi korban banjir, yang diterima dalam bentuk daging sapi, Minggu (15/02/2026).
Kepala desa tersebut mengungkapkan bahwa sapi bantuan dibeli dengan harga sekitar Rp28 juta per ekor. Ia mempertanyakan kesesuaian penggunaan anggaran bantuan tersebut dan meminta adanya audit dari aparat penegak hukum (APH) guna memastikan penyaluran bantuan berjalan transparan dan sesuai amanah.
Ia menegaskan bahwa pihak desa tetap berterima kasih atas bantuan yang diberikan pemerintah pusat, namun mengharapkan klarifikasi mengenai mekanisme penentuan harga sapi dan penyalurannya yang dilakukan melalui pemerintah kabupaten.
Hal serupa juga disampaikan Kepala Desa Blang Me, Kecamatan Kuta Blang, Ferizal. Ia menyebutkan bahwa harga sapi bantuan di wilayahnya juga diperkirakan berkisar Rp28 juta per ekor.
Menurutnya, kondisi Desa Blang Me terdampak cukup parah akibat banjir dan lumpur, dengan sekitar 95 persen wilayah mengalami kerusakan serta jumlah kepala keluarga mencapai sekitar 400 KK.
“Penyaluran bantuan ini akan saya bahas dalam rapat umum desa, agar lembaga Tuha Peut dan Tuha Lapan mengetahui detailnya,” ujar Ferizal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah kabupaten terkait mekanisme penentuan harga maupun distribusi bantuan tersebut.

