Aceh Singkil – Mandek dan mengambangnya proses hak interpelasi di DPRK Aceh Singkil hingga saat ini menuai sorotan dari berbagai elemen masyarakat. Minimnya kejelasan serta belum adanya penjelasan resmi dari pihak DPRK dinilai menimbulkan kegelisahan publik dan memunculkan mosi tidak percaya terhadap lembaga legislatif tersebut, Jumat, (08/05/2026).
Presiden Mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Alfa Salam, turut mempertanyakan keseriusan DPRK Aceh Singkil dalam menuntaskan hak interpelasi yang sebelumnya digaungkan sebagai bentuk pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.
Menurut Alfa Salam, hingga saat ini masyarakat belum mendapatkan kepastian terkait kelanjutan hak interpelasi tersebut. Ia menilai kondisi itu memperlihatkan lemahnya transparansi dan keseriusan DPRK Aceh Singkil dalam menjalankan fungsi pengawasan.
“DPRK Aceh Singkil seharusnya memberikan penjelasan terbuka kepada publik. Jangan sampai hak interpelasi yang sejak awal disampaikan sebagai alat kontrol terhadap kebijakan pemerintah justru dibiarkan menggantung tanpa arah yang jelas,” ujar Alfa Salam.
Ia juga mempertanyakan sikap Ketua DPRK Aceh Singkil, H. Amaliun, beserta seluruh anggota dewan yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret terkait perkembangan hak interpelasi tersebut.
Melalui pernyataan terbuka kepada publik, Alfa Salam meminta DPRK Aceh Singkil segera menyampaikan perkembangan dan kepastian terkait proses interpelasi agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.
“Rakyat berhak mendapatkan kejelasan, bukan sekadar wacana politik yang terus dimainkan tanpa penyelesaian nyata. Jika hak interpelasi hanya dijadikan komoditas politik tanpa keberanian untuk menuntaskannya, maka publik patut mempertanyakan integritas DPRK Aceh Singkil,” tegasnya.
Saat ini masyarakat disebut masih menunggu sikap tegas DPRK Aceh Singkil, khususnya Ketua DPRK, untuk menjawab berbagai pertanyaan publik mengenai nasib hak interpelasi yang hingga kini belum memiliki kepastian.





