Kohati HMI Cabang Banda Aceh Gelar Diskusi Refleksi 60 Tahun, Dorong Penguatan Gerakan Perempuan

BANDA ACEH — Korps HMI-Wati (Kohati) HMI Cabang Banda Aceh menggelar diskusi dalam rangka memperingati Dies Natalis Kohati ke-60 dengan mengangkat tema “Merawat Idealisme, Menguatkan Gerakan: Refleksi Perjalanan dan Masa Depan Kohati”. Kegiatan tersebut diikuti Kohati dari sejumlah komisariat se-Cabang Banda Aceh dan berlangsung di Kantor Deztron, Jalan Hutan, Gampong Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Minggu (20/9/2026).

Ketua Kohati HMI Cabang Banda Aceh, Fitria Sundari, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus refleksi bagi Kohati se-Cabang Banda Aceh dalam melihat perjalanan organisasi serta peran perempuan dalam kehidupan sosial.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, perempuan memiliki ruang dan hak yang sama untuk berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan. Perempuan, kata Fitria, tidak hanya memiliki peran di ranah domestik, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam mendorong perubahan di tengah masyarakat.

“Perempuan tidak hanya berada di dapur dan mencuci baju, tetapi perempuan juga bisa menjadi penggerak perubahan yang kuat ketika kita mau untuk berbuat,” kata Fitria.

Ia menambahkan, semangat tersebut perlu terus dirawat oleh kader Kohati agar keberadaan perempuan dalam organisasi tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi mampu mengambil peran strategis dalam berbagai persoalan sosial.

Diskusi kemudian dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh Yunda Cut Intan dengan tema refleksi 60 tahun Kohati, “Merawat Idealisme, Menguatkan Perubahan”. Dalam pemaparannya, Cut Intan membahas perjalanan Kohati sekaligus pentingnya membangun karakter kader perempuan yang tetap berpegang pada nilai-nilai idealisme organisasi.

Cut Intan juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang digelar Kohati HMI Cabang Banda Aceh tersebut. Menurutnya, momentum 60 tahun Kohati dapat menjadi kesempatan bagi kader untuk melihat kembali perjalanan organisasi sekaligus memikirkan arah gerakan perempuan ke depan.

Melalui diskusi tersebut, para peserta diajak untuk tidak hanya memahami sejarah perjalanan Kohati, tetapi juga melihat kembali peran dan tanggung jawab kader dalam menjawab berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

Fitria Sundari berharap momentum Dies Natalis Kohati ke-60 dapat menjadi semangat baru bagi seluruh Kohati se-Cabang Banda Aceh untuk terus memperkuat silaturahmi, menjaga idealisme, serta meningkatkan kontribusi perempuan dalam berbagai ruang pengabdian.

“Semoga kegiatan ini bisa menjadi semangat baru bagi seluruh Kohati se-Cabang Banda Aceh dalam memperingati 60 tahun Kohati,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *