Banda Aceh – Komunitas Ruang GERAK merefleksikan satu tahun perjalanan gerakan filantropi dan sosial yang berfokus pada penguatan pendidikan, kemanusiaan, serta transformasi karakter masyarakat. Refleksi tersebut menegaskan komitmen Ruang GERAK untuk terus menjadi mitra bertumbuh, bergerak, dan berdampak bagi peradaban, Rabu, (14/01/2026).
Founder Ruang GERAK, Rahman Hakim, menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari kesadaran untuk menumbuhkan manusia-manusia transformatif yang mampu membawa perubahan melalui peran dan karya nyata. Menurutnya, perubahan tidak cukup berhenti pada mimpi, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan yang berkesadaran.
“Kami berusaha menumbuhkan hasrat dari dalam diri untuk melahirkan manusia pembawa perubahan masa depan melalui peran dan karya dengan kesadaran,” ujar Rahman Hakim dalam diskusi reflektif bersama tim Ruang GERAK.
Ruang GERAK hadir sebagai gerakan moral dan sosial yang menitikberatkan pada integritas individu serta peran sosial yang berdampak. Tanpa kesadaran nilai dan karakter yang kuat, perubahan dinilai hanya akan bersifat permukaan dan tidak menyentuh akar persoalan sosial.
Dalam satu tahun terakhir, Ruang GERAK aktif merespons dinamika sosial yang berkembang pesat, khususnya pada sektor pendidikan dan kemanusiaan. Di bidang pendidikan, Ruang GERAK menyelenggarakan pelatihan dan upgrading guru, program parenting dan penguatan peran keluarga, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), leadership camp, hingga pendampingan pembelajaran dan akselerasi potensi peserta didik.
Sementara pada ranah sosial dan kemanusiaan, Ruang GERAK terlibat aktif dalam penggalangan serta distribusi donasi, respons cepat kebencanaan, dan pendampingan psikososial bagi anak-anak korban bencana. Seluruh program tersebut diperkuat dengan edukasi karakter dan positive life transformation yang menanamkan nilai kepemimpinan, empati, tanggung jawab, serta kontribusi sosial.
CEO Komunitas Ruang GERAK, Yupi Arrizki, menyampaikan bahwa perjalanan satu tahun ini menjadi ruang pembelajaran bagi seluruh tim. Ia menegaskan bahwa perubahan lahir dari kesadaran diri, keberanian mengambil peran, ketekunan bertanggung jawab, serta kerendahan hati untuk terus belajar.
“Makna gerakan filantropi ini adalah menghadirkan kebaikan nyata bagi sesama. Kami percaya, semakin panjang usia bumi, maka harus semakin banyak orang baik yang hadir dengan nilai kebaikan dalam dirinya,” ujar Yupi.
Memasuki tahun 2026, Ruang GERAK menyusun Rencana Strategis (Renstra) dengan tiga fokus utama, yakni peningkatan kapasitas internal tim, penguatan dan pengembangan mekanisme organisasi serta proyek, serta transformasi Ruang GERAK menjadi ekosistem kolaboratif yang berkelanjutan.
Transformasi tersebut diarahkan pada penguatan kemitraan lintas sektor, inovasi program pendidikan dan sosial, perluasan dampak yang terukur, kaderisasi relawan dan pemimpin muda, serta penguatan strategi kolaborasi jangka panjang berbasis pewarisan nilai.
Ruang GERAK turut mengajak pendidik, orang tua, komunitas, institusi, dunia usaha, relawan, hingga generasi muda untuk terlibat dalam gerakan ini. Setiap kontribusi dinilai memiliki peran penting dalam menumbuhkan harapan dan memperluas manfaat bagi masyarakat.
Menutup refleksi satu tahun perjalanan, Ruang GERAK menegaskan komitmennya untuk terus bergerak dengan semangat kolaborasi, integritas, dan optimisme demi menghadirkan dampak berkelanjutan bagi kemanusiaan.

