Banda Aceh – Komunitas filantropi Ruang Gerak kembali menginisiasi aksi kemanusiaan bagi korban banjir di Aceh melalui program Donasi MUQUBA Project (Mukena, Al-Qur’an, dan Baju Baru). Program ini merupakan kelanjutan Donasi Mukena Batch I pada Desember 2025 sekaligus bentuk dukungan spiritual bagi masyarakat terdampak dalam menyambut Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H, Selasa (17/02/2026).
Program ini kembali melibatkan kolaborasi pendidikan dengan SDIT Quantum School dan SMPIT Quantum School, yang mendorong siswa memahami nilai empati, kepedulian, dan keberpihakan sosial melalui aksi nyata kemanusiaan.
Perwakilan Quantum School menyampaikan bahwa pendidikan nilai kehidupan tidak cukup diajarkan di ruang kelas, tetapi harus dicontohkan secara langsung melalui tindakan nyata.
Sebanyak 300 paket donasi berhasil dihimpun melalui program MUQUBA Project. Paket tersebut berisi mukena, Al-Qur’an, sajadah, dan baju baru bagi korban banjir. Bantuan disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, yakni Meunasah Raya (Pidie Jaya), Padang Meuria dan Langkahan (Aceh Utara), serta Blang Pandak, Tangse (Pidie). Lokasi dipilih berdasarkan koordinasi dengan mitra distribusi PKBI agar bantuan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
Tak hanya berorientasi pada distribusi bantuan fisik, program ini juga menitikberatkan pada penguatan spiritual dan pemulihan psikososial pascabencana. Ruang Gerak berharap perlengkapan ibadah yang disalurkan dapat menjadi penguat batin masyarakat bahwa dalam kondisi apa pun, ruang untuk bersujud tetap terbuka.
Program MUQUBA Project dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu Donasi, Parenting, dan Psikososial.
Tahap donasi berfokus pada penghimpunan bantuan dan penyaluran MUQUBA serta uang meugang sebagai simbol penguatan iman dan harapan. Tahap parenting menghadirkan edukasi pengasuhan bagi orang tua agar mampu mendampingi anak secara emosional di tengah situasi krisis.
Dalam sesi parenting, Founder Ruang Gerak, Rahman Hakim, mengingatkan tiga prinsip penting ketahanan hidup, yakni SKS (Syukur, Ketenangan, Semangat). Ia menegaskan bahwa nilai syukur merupakan fondasi kekuatan spiritual sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Ibrahim ayat 7 tentang janji Allah menambah nikmat bagi hamba yang bersyukur.
Sementara itu, tahap psikososial ditujukan bagi anak-anak dan keluarga terdampak melalui kegiatan trauma healing untuk memulihkan kondisi emosional, mengurangi kecemasan, serta menumbuhkan kembali semangat dan harapan.
Seorang siswa kelas VII di Blang Pandak, Habibie, mengungkapkan bahwa pada awal pascabencana ia merasa takut dan sulit tidur, namun kini perlahan merasa lebih kuat karena banyak pihak datang memberi dukungan.
Hal serupa juga dirasakan Echa, siswi kelas IV di Padang Meuria, yang mengaku senang menerima baju baru menjelang Lebaran.
Keuchik Padang Meuria dalam sambutannya turut mengajak masyarakat untuk memperbesar rasa syukur dan tidak berebut bantuan, seraya meyakini bahwa bantuan yang datang merupakan bentuk perhatian atas kesabaran warga menghadapi musibah.
Melalui pendekatan kolaboratif dan humanis ini, Ruang Gerak berharap setiap mukena yang dikenakan, setiap sajadah yang dibentangkan, dan setiap ayat Al-Qur’an yang dibaca menjadi saksi bahwa syukur, ketenangan, dan semangat adalah pilar penting bagi penyintas banjir untuk bangkit menjalani kehidupan.
Ruang Gerak juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur, relawan, mitra, serta masyarakat yang telah mempercayakan amanah kebaikan ini. Mereka berharap program MUQUBA Project dapat menambah semangat masyarakat terdampak dalam beribadah menyambut Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini.

