Tgk. Mustafa Kamal HKZ, S.HI Kembali Pimpin PB-ISAJA Periode 2026–2029

Aceh Jaya – Tgk. Mustafa Kamal HKZ, S.HI kembali terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Santri Aceh Jaya (PB-ISAJA) periode 2026–2029 melalui musyawarah mufakat dalam Musyawarah Besar (MUBES) ke-III yang digelar di Aula DPMPKB Kabupaten Aceh Jaya, Selasa, (11/02/2026).

MUBES tersebut dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, alim ulama, pimpinan dayah, tokoh masyarakat, Forkopimda, serta delegasi ISAJA dari seluruh kecamatan. Kegiatan itu mengusung tema “Santri Aceh Jaya: Merawat Warisan, Menyongsong Masa Depan.”

Bacaan Lainnya

Bupati Aceh Jaya dalam sambutannya mengapresiasi peran PB-ISAJA dalam pembinaan keislaman dan sosial kemasyarakatan. Ia menegaskan bahwa santri memiliki posisi strategis dalam menjaga moralitas dan persatuan masyarakat.

“Santri tidak hanya berperan dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam menjaga persatuan, moralitas, dan nilai-nilai kebangsaan,” ujar Bupati.

Peserta MUBES kembali memberikan mandat kepemimpinan kepada Tgk. Mustafa Kamal HKZ, S.HI setelah menilai kepemimpinannya pada periode sebelumnya mampu menjaga konsolidasi organisasi serta memperkuat peran santri di Aceh Jaya.

Dalam sambutannya, Tgk. Mustafa Kamal HKZ, S.HI menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran PB-ISAJA ke depan.

“PB-ISAJA harus terus menjadi rumah besar santri Aceh Jaya, yang tidak hanya menjaga warisan ulama, tetapi juga mampu melahirkan santri yang berkontribusi nyata bagi umat dan pembangunan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia MUBES ke-III PB-ISAJA, Tgk. Mauzidar, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan demokratis.

“MUBES ini bukan sekadar agenda pemilihan ketua, tetapi juga momentum evaluasi, konsolidasi, dan peneguhan arah gerak PB-ISAJA ke depan,” katanya.

Dengan terpilihnya kembali Tgk. Mustafa Kamal HKZ, S.HI, PB-ISAJA diharapkan semakin solid dan progresif sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam penguatan nilai keislaman dan keumatan di Aceh Jaya.

Pos terkait