Penambang Rakyat Demo DPRK Nagan Raya, Tolak Penutupan Tambang Emas Tradisional

Nagan Raya – Ratusan warga yang tergabung dalam penambang emas rakyat di Kabupaten Nagan Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan penutupan tambang emas tradisional yang tengah dilakukan aparat bersama pemerintah daerah, Senin, (9/2/2026).

Massa aksi yang diperkirakan berjumlah sekitar 500 orang itu menyuarakan keberatan atas penertiban dan penutupan aktivitas tambang emas rakyat yang selama ini menjadi mata pencaharian utama masyarakat. Mereka menilai kebijakan tersebut berdampak langsung pada kelangsungan hidup warga setempat.

Bacaan Lainnya

Pantauan di lokasi, aksi unjuk rasa dimulai sekitar pukul 12.00 WIB. Massa datang menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat, serta membawa pengeras suara yang dipasang pada mobil truk untuk menyampaikan orasi secara bergantian.

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan yang terdiri dari personel Polres Nagan Raya, TNI, Brimob, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) guna memastikan situasi tetap kondusif.

Selain berorasi, massa juga membawa sejumlah spanduk dan poster berisi tuntutan agar pemerintah tidak menutup tambang emas tradisional. Mereka menegaskan bahwa aktivitas penambangan emas secara tradisional merupakan sumber penghidupan utama masyarakat setempat.

Sebelum diperkenankan masuk ke dalam area Gedung DPRK Nagan Raya, massa aksi sempat menyampaikan yel-yel dan orasi di luar pagar. Setelah beberapa saat, perwakilan massa kemudian dipersilakan masuk ke halaman DPRK untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Pos terkait