Banda Aceh – Pengamat Analisis Kebijakan Aceh, Muhammad Wahyu, mendesak Gubernur Aceh bersama DPR Aceh agar mendorong PT Solusi Bangun Andalas (SBA) melakukan pengantongan semen langsung di Aceh untuk memenuhi kebutuhan pasar daerah. Desakan tersebut disampaikan karena distribusi semen yang lebih pendek dinilai dapat meningkatkan efisiensi, menekan biaya logistik, memperkuat perekonomian daerah, serta diharapkan membuat harga semen lebih kompetitif bagi masyarakat Aceh, Sabtu (01/08/2026).
Muhammad Wahyu mengatakan, keberadaan pabrik PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga, Aceh Besar, seharusnya memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Aceh. Menurutnya, apabila proses pengantongan maupun distribusi masih bergantung pada daerah lain, maka biaya logistik berpotensi bertambah dan berdampak terhadap harga jual semen di tingkat konsumen.
“Logikanya sederhana. Bila semen diproduksi di Aceh, maka masyarakat Aceh juga harus merasakan manfaat ekonomi yang lebih besar. Distribusi yang lebih pendek akan lebih efisien dan diharapkan mampu menekan biaya sehingga harga di pasar menjadi lebih kompetitif,” ujar Muhammad Wahyu.
Ia menilai Pemerintah Aceh dan DPR Aceh perlu membangun komunikasi yang serius dengan manajemen PT Solusi Bangun Andalas agar aktivitas pengantongan dan distribusi semen untuk kebutuhan pasar Aceh diprioritaskan dilakukan dari Aceh.
Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya berpotensi menghadirkan harga semen yang lebih terjangkau bagi masyarakat, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, meningkatkan aktivitas industri pendukung, serta memperkuat perputaran ekonomi di Aceh.
“Jangan sampai Aceh hanya menjadi tempat produksi, sementara nilai tambah ekonomi justru lebih banyak dinikmati daerah lain. Hilirisasi harus dimulai dari Aceh sendiri,” tegasnya.
Muhammad Wahyu berharap Pemerintah Aceh dapat memfasilitasi dialog bersama pihak perusahaan guna mencari solusi yang menguntungkan semua pihak. Ia menegaskan bahwa kepentingan bisnis perusahaan tetap harus dihormati, namun kepentingan masyarakat Aceh sebagai daerah penghasil juga perlu menjadi perhatian.
“Harapan masyarakat sederhana, yaitu agar semen yang diproduksi di Aceh dapat lebih mudah, lebih cepat, dan dengan harga yang lebih terjangkau sampai ke tangan masyarakat Aceh,” tutupnya.
Sampai berita ini diterbitkan, pihak PT Solusi Bangun Andalas belum memberikan keterangan atau tanggapan resmi terkait desakan tersebut.





