Hasani Ahmad Said Dikukuhkan sebagai Guru Besar Tafsir Maqashidi UIN Jakarta

Jakarta – Akademisi sekaligus Wakil Sekretaris Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dr. Hasani Ahmad Said, M.A., akan dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Tafsir Maqashidi pada Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Prosesi pengukuhan tersebut dijadwalkan berlangsung di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta Pusat, Rabu, (08/07/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik Hasani Ahmad Said yang selama ini dikenal sebagai akademisi, mufassir, dan dai nasional yang aktif mengembangkan kajian Al-Qur’an, khususnya melalui pendekatan Tafsir Maqashidi.

Bacaan Lainnya

Hasani Ahmad Said merupakan lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada jenjang sarjana, magister, hingga doktoral dalam bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Konsistensinya dalam dunia akademik mengantarkannya meraih predikat lulusan doktor terbaik pada tahun 2011.

Selain itu, ia juga tercatat sebagai lulusan terbaik Program Pendidikan Kader Mufassir di Pusat Studi Al-Qur’an, sebuah program yang fokus melahirkan para ahli tafsir di Indonesia.

Sejak tahun 2014, Hasani Ahmad Said mengabdikan diri sebagai dosen tetap di Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta. Ia juga aktif mengajar di berbagai program pascasarjana serta terlibat dalam berbagai forum ilmiah terkait studi Al-Qur’an dan tafsir.

Dalam bidang keilmuan, Hasani dikenal sebagai salah satu akademisi yang aktif mengembangkan Tafsir Maqashidi, yakni pendekatan penafsiran Al-Qur’an yang menekankan pada pemahaman terhadap tujuan utama syariat (maqashid al-syari’ah).

Melalui pendekatan tersebut, ia mendorong agar kajian tafsir tidak hanya berhenti pada pemahaman tekstual, tetapi mampu menjawab berbagai persoalan sosial, kemanusiaan, dan kebangsaan yang berkembang di masyarakat.

Selain aktif di dunia akademik, Hasani Ahmad Said juga memiliki kiprah dalam bidang dakwah. Sebagai Wakil Sekretaris Komisi Dakwah MUI Pusat periode 2021–2025, ia terlibat dalam berbagai program pembinaan umat serta penguatan dakwah Islam moderat.

Ia dikenal sebagai dai yang menyampaikan pesan keislaman dengan pendekatan yang sejuk, inklusif, dan berbasis keilmuan. Aktivitas dakwahnya tidak hanya melalui forum keagamaan, tetapi juga melalui berbagai media nasional dan kegiatan ilmiah.

Dalam perjalanan intelektualnya, Hasani Ahmad Said juga aktif mengikuti berbagai forum internasional terkait kajian Islam dan Al-Qur’an di sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Uzbekistan, Turki, Iran, Arab Saudi, Mesir, serta beberapa negara di kawasan Asia dan Eropa.

Berbagai capaian telah diraih sepanjang perjalanan kariernya, di antaranya predikat lulusan doktor terbaik UIN Jakarta, prestasi dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional, penghargaan Satya Karya dari Presiden Republik Indonesia, serta kepercayaan sebagai dewan hakim MTQ di berbagai tingkatan.

Pengukuhan sebagai Guru Besar Tafsir Maqashidi di usia 44 tahun menjadi penanda penting atas dedikasi dan kontribusinya dalam pengembangan studi Al-Qur’an di Indonesia.

Gelar akademik tersebut sekaligus menjadi amanah baru bagi Hasani Ahmad Said untuk terus mengembangkan kajian tafsir, membina generasi mufassir muda, serta menghadirkan pemahaman Al-Qur’an yang relevan dengan tantangan zaman.

Perjalanan intelektual Hasani Ahmad Said menjadi inspirasi bahwa ilmu, ketekunan, dan konsistensi dalam pengabdian dapat melahirkan kontribusi besar bagi masyarakat dan peradaban.

 

Pos terkait