Aliansi Mahasiswa se-Aceh Kecam Dugaan Brutalitas Oknum Brimob di Maluku yang Tewaskan Pelajar

Banda Aceh – Aliansi Mahasiswa se-Aceh mengecam keras dugaan tindakan brutal yang dilakukan oknum anggota Brigade Mobil di wilayah Maluku hingga menyebabkan seorang siswa MTsN berinisial AT (14) meninggal dunia. Peristiwa tersebut dinilai sebagai tragedi kemanusiaan sekaligus tamparan bagi wajah penegakan hukum di Indonesia, Sabtu (21/02/2026).

Dalam pernyataan sikap yang diterima Katacyber.com, Aliansi Mahasiswa se-Aceh menegaskan bahwa kematian seorang pelajar tidak bisa dipandang sebagai insiden biasa. Mereka menilai peristiwa tersebut menunjukkan adanya persoalan serius dalam tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia yang belum terselesaikan.

Bacaan Lainnya

Mahasiswa menyoroti bahwa setiap kali masyarakat menjadi korban kekerasan aparat, publik kerap hanya disuguhi klarifikasi normatif serta janji evaluasi. Namun dalam kenyataannya, tindakan represif dinilai masih terus berulang.

Aliansi Mahasiswa se-Aceh menilai tindakan yang merenggut nyawa pelajar tersebut merupakan bentuk kegagalan moral sekaligus kegagalan institusional. Aparat yang seharusnya melindungi masyarakat justru diduga bertindak di luar batas kemanusiaan, sehingga tidak boleh ada pembenaran terhadap hilangnya satu nyawa warga sipil, terlebih pelajar.

Dalam pernyataannya, Aliansi Mahasiswa se-Aceh menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni mengecam segala bentuk tindakan brutal aparat terhadap warga sipil, mendesak agar pelaku diproses hukum secara tegas dan terbuka tanpa perlindungan, serta mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pola pendekatan represif aparat di lapangan.

Mereka menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah oleh praktik kekerasan aparat, dan keadilan tidak boleh berhenti pada pernyataan belasungkawa semata. Aliansi Mahasiswa se-Aceh juga menyatakan akan terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas, serta membuka kemungkinan gelombang solidaritas yang lebih luas jika suara mahasiswa tidak didengar.

Pos terkait