Kader HMI Ushuluddin UIN Ar-Raniry ke Brunei, Mj Thabari Jalani Diplomasi Akademik Islam

Banda Aceh – Program pertukaran mahasiswa (student exchange) kembali menjadi jembatan penting dalam memperkuat hubungan akademik antar perguruan tinggi Islam di kawasan Asia Tenggara. Salah satu delegasi dalam kegiatan tersebut adalah Mj Thabari, mahasiswa asal Pidie Jaya dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Rabu (22/04/2026).

Kegiatan student exchange ini dilaksanakan di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam melalui kerja sama resmi antara UIN Ar-Raniry Banda Aceh dengan Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA). Program tersebut menjadi bagian dari agenda strategis kedua institusi dalam mempererat hubungan akademik, memperluas wawasan keilmuan mahasiswa, serta memperkuat diplomasi pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman di tingkat internasional.

Bacaan Lainnya

Dalam keterangannya, Mj Thabari menyampaikan bahwa kesempatan mengikuti program ini merupakan pengalaman berharga yang tidak hanya memberikan ruang akademik, tetapi juga membuka cakrawala baru dalam memahami perbedaan budaya, sistem pendidikan, serta praktik keilmuan Islam di negara lain.

“Program ini bukan hanya tentang belajar di kelas, tetapi juga tentang bagaimana kami membangun komunikasi, memahami budaya, dan menjalin silaturahmi antar mahasiswa dan dosen dari berbagai negara,” ujarnya.

Program student exchange ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan kerja sama antara UIN Ar-Raniry Banda Aceh dengan kampus mitra di Brunei Darussalam. Melalui kolaborasi tersebut, kedua institusi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat dalam perspektif Islam moderat dan global.

Selain kegiatan perkuliahan, para mahasiswa yang terlibat juga mengikuti berbagai agenda akademik dan non-akademik, seperti diskusi ilmiah, seminar internasional, serta kunjungan budaya. Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman lintas budaya sekaligus membangun jejaring internasional di kalangan mahasiswa.

Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry menilai bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program internasional seperti ini sangat penting, terutama dalam membentuk karakter akademisi Muslim yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi global dan kepekaan sosial yang tinggi.

Program ini juga menjadi bagian dari diplomasi pendidikan yang lebih luas, di mana perguruan tinggi Islam berperan aktif dalam membangun hubungan antar negara melalui jalur akademik. Dalam konteks ini, Brunei Darussalam dipandang sebagai salah satu mitra strategis yang memiliki kesamaan visi dalam pengembangan pendidikan Islam di Asia Tenggara.

Kegiatan pertukaran mahasiswa ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang di masa mendatang, sehingga semakin banyak mahasiswa yang memiliki kesempatan untuk merasakan pengalaman belajar di luar negeri. Dengan demikian, generasi muda Islam dapat menjadi agen perubahan yang mampu membawa nilai-nilai keilmuan, toleransi, dan kerja sama lintas negara.

Mj Thabari juga menambahkan harapannya agar program ini tidak berhenti pada level pertukaran mahasiswa saja, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama riset dan kolaborasi akademik yang lebih luas antara dosen dan mahasiswa dari kedua institusi.

“Semoga ke depan hubungan UIN Ar-Raniry dan UNISSA semakin erat, tidak hanya dalam pertukaran mahasiswa, tetapi juga dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan Islam,” tambahnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan tercipta generasi akademisi yang mampu beradaptasi dalam lingkungan global, tanpa meninggalkan identitas keislaman dan nilai-nilai budaya lokal yang menjadi dasar pendidikan di masing-masing institusi.

Pos terkait