Mahasiswa Kritik Bupati Abdya, Minta Fokus Benahi Kinerja Pemerintah Daerah

Banda Aceh – Mahasiswa Aceh Barat Daya (Abdya), Rahmat Fauzi, mengkritik kepemimpinan Bupati Aceh Barat Daya dengan menilai kepala daerah tersebut lebih fokus mempertanyakan kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dibanding membenahi kinerja pemerintah daerah. Kritik itu disampaikan sebagai respons atas pemberian simbolis “rapor hijau” kepada Bupati oleh sekelompok mahasiswa yang dinilai tidak mencerminkan kondisi yang dirasakan masyarakat, Senin (3/8/2026).

Rahmat menilai apresiasi yang diberikan kepada Bupati tidak dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan pemerintah daerah apabila masih terdapat berbagai persoalan yang belum terselesaikan di tengah masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Bupati Abdya jangan berbangga dengan ‘rapor hijau’ yang diberikan oleh sekelompok mahasiswa. Penilaian terhadap kinerja pemerintah semestinya berangkat dari kondisi nyata yang dirasakan masyarakat,” ujar Rahmat Fauzi.

Selain itu, Rahmat juga menyoroti sikap Bupati yang mempertanyakan kinerja DPRA. Menurutnya, kepala daerah seharusnya lebih memprioritaskan pembenahan kinerja pemerintahan yang dipimpinnya daripada mengomentari lembaga lain.

“Bupati fokus saja pada kinerja sendiri. Jangan terlalu sibuk mempertanyakan kinerja DPRA. Kritik dari masyarakat seharusnya dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan kepada publik,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pejabat publik harus terbuka terhadap kritik sebagai bagian dari kontrol masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, Bupati Abdya diminta membuktikan kinerja melalui program dan kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan dengan narasi yang dinilai mengalihkan perhatian publik dari persoalan utama.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya belum memberikan tanggapan atau konfirmasi terkait pernyataan yang disampaikan Rahmat Fauzi.

Pos terkait