Quantum School Perkuat Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah, Dorong Orang Tua Jadi Arsitek Nilai Kebaikan

Banda Aceh – SDIT Quantum School Banda Aceh memperkuat kolaborasi dengan keluarga melalui kegiatan Parents Meeting & Smart Parenting Grade I, II & III yang mengangkat tema Parents of Socio-Engineer: Orang Tua sebagai Arsitek Nilai-Nilai (Values) Kebaikan Generasi Peradaban Mulia, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pihak sekolah dan orang tua untuk menyamakan visi dalam mendampingi tumbuh kembang anak, terutama dalam pembentukan karakter, kebiasaan positif, serta kesiapan menghadapi perubahan dan tantangan masa depan.

Bacaan Lainnya

Quantum School menilai pendidikan anak tidak dapat hanya bertumpu pada lingkungan sekolah. Pertumbuhan anak membutuhkan ekosistem yang dibangun melalui keterlibatan sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Dalam kegiatan itu, para orang tua diperkenalkan kembali dengan arah pendidikan Quantum School, perkembangan pembelajaran sesuai tuntutan zaman, budaya sekolah, hingga pentingnya membangun good habit dan good attitude sejak dini.

Pembentukan karakter tersebut diarahkan agar anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu memahami nilai, menghayatinya, kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Nilai pendidikan diharapkan dapat tumbuh menjadi perilaku nyata dan membentuk modal sosial (social capital) bagi generasi mendatang.

Pada sesi Smart Parenting, Founder Quantum School, Ayah Rahman Hakim, C.Ht., C. MLP., mengajak para orang tua merefleksikan pola pendidikan yang dapat dipetik dari kisah Nabi Ibrahim AS dalam mendidik Nabi Ismail AS.

Salah satu nilai yang ditekankan adalah penggunaan ungkapan “Yā bunayya” dalam QS. Ash-Shaffat ayat 102 yang menggambarkan pentingnya kelembutan, komunikasi, kepercayaan, dan dialog dalam proses mendidik anak.

Menurut pendekatan tersebut, pendidikan tidak cukup dilakukan melalui instruksi atau larangan. Anak perlu diajak memahami nilai sehingga kebaikan tidak berhenti pada apa yang mereka ketahui, tetapi dapat dirasakan, dipilih, dan diwujudkan dalam tindakan.

Refleksi pengasuhan juga dikaitkan dengan karakter empat khalifah setelah Rasulullah SAW, yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Keempat figur tersebut menjadi inspirasi dalam melihat pentingnya keteladanan, keteguhan, keberanian, kebijaksanaan, dan tanggung jawab dalam membentuk karakter generasi.

Selain itu, peserta diajak memahami pesan Al-Qur’an mengenai pentingnya mempersiapkan generasi penerus. QS. Maryam ayat 59 menjadi salah satu pengingat bahwa generasi setelah kita tidak cukup hanya dibekali ilmu, tetapi juga membutuhkan iman, nilai, pembiasaan, dan keteladanan agar mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan arah.

Karena itu, orang tua dan sekolah didorong untuk tidak berjalan sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan. Keduanya perlu membangun komunikasi, mencari solusi, memberikan intervensi yang tepat, serta terus beradaptasi dengan kebutuhan anak dan perkembangan zaman.

Melalui kegiatan Parents Meeting & Smart Parenting Grade I, II & III, Quantum School menegaskan konsep Parents of Socio-Engineer, yakni menempatkan orang tua sebagai arsitek nilai kebaikan di lingkungan keluarga sekaligus mitra sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat.

Quantum School berharap kolaborasi tersebut mampu melahirkan generasi Socio-Engineer yang tidak hanya berilmu, tetapi juga beriman, berakhlak, memiliki kepedulian sosial, mampu menghadirkan solusi, serta memberikan kebermanfaatan bagi lingkungan dan masyarakat.

Anak-anak hari ini dipandang bukan sekadar peserta didik, melainkan calon pembangun peradaban yang membutuhkan dukungan bersama dari keluarga dan sekolah.

Menumbuhkan generasi, menguatkan ekosistem, menggerakkan kebaikan, dan membangun peradaban.

Pos terkait