Teheran – Gelombang aksi demonstrasi di Iran terus meluas dan kini merambah ke sejumlah kota besar, menandai meningkatnya eskalasi protes publik terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan pemerintahan di negara tersebut. Aksi unjuk rasa dilaporkan berlangsung serentak di berbagai wilayah, termasuk ibu kota Teheran, Sabtu, (10/01/2026).
Protes yang semula dipicu oleh tekanan ekonomi, seperti tingginya inflasi dan melemahnya nilai mata uang nasional, perlahan berkembang menjadi bentuk ketidakpuasan yang lebih luas. Massa aksi tidak hanya menyoroti persoalan ekonomi, tetapi juga menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah dan kepemimpinan politik yang dinilai gagal merespons kebutuhan rakyat.
Selain Teheran, demonstrasi juga terjadi di sejumlah kota strategis lain seperti Isfahan, Mashhad, Shiraz, dan Tabriz. Ribuan warga turun ke jalan dengan membawa spanduk dan meneriakkan slogan protes, sementara aparat keamanan dikerahkan dalam jumlah besar untuk mengendalikan situasi di pusat-pusat kota.
Pemerintah Iran dilaporkan mengambil langkah pengamanan ketat, termasuk pembatasan akses komunikasi dan peningkatan patroli aparat keamanan. Sejumlah organisasi pemantau hak asasi manusia melaporkan adanya penangkapan terhadap peserta aksi, serta potensi penggunaan kekuatan berlebihan dalam membubarkan demonstrasi.
Situasi yang terus memanas ini turut menjadi perhatian dunia internasional. Sejumlah pihak menyerukan agar pemerintah Iran menahan diri serta menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat secara damai.
Sumber: Kompas.com

