Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) tercatat kerap menggunakan jasa event organizer (EO) dalam pelaksanaan berbagai kegiatan sepanjang tahun 2025. Total anggaran yang digelontorkan untuk pengadaan jasa EO tersebut mencapai Rp113,9 miliar, berdasarkan data yang dihimpun dari dokumen resmi pengadaan pemerintah, Rabu, (15/04/2026).
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa penggunaan jasa EO merupakan bagian dari kebutuhan strategis lembaga, terutama pada fase awal pembentukan. Ia menyebut, BGN masih dalam tahap membangun sistem dan tata kelola operasional yang memadai.
“BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri,” ujar Dadan dalam keterangan tertulisnya.
Data realisasi pengadaan barang dan jasa yang dipublikasikan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menunjukkan, terdapat sedikitnya 31 paket pengadaan jasa EO yang dilakukan BGN pada tahun pertama pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mayoritas paket pengadaan tersebut digunakan untuk kegiatan di kantor pusat BGN. Selain itu, jasa EO juga dimanfaatkan untuk agenda peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan lembaga.
Dalam temuan tersebut, terdapat sejumlah perusahaan yang ditunjuk sebagai penyedia jasa EO. Di antaranya Azka Jaya Pratama dengan nilai kontrak Rp419 juta dan Senawangi Citra Imaji senilai Rp391,37 juta.
Selain itu, BGN juga menggandeng perusahaan Maria Utara Jaya untuk kegiatan bimbingan teknis manajemen risiko di wilayah Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Daerah, dengan nilai pengadaan mencapai Rp18,472 miliar.
Temuan ini menyoroti besarnya ketergantungan lembaga baru terhadap pihak ketiga dalam menjalankan program-programnya, khususnya dalam skala nasional. Di sisi lain, hal ini juga menjadi catatan penting bagi pemerintah dalam memperkuat kapasitas internal lembaga ke depan.

