Jalan Menuju Kota Bahagia Belum Tuntas, HAMAS Desak Pemkab Aceh Selatan Prioritaskan Perbaikan

Aceh Selatan – Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) menyoroti belum tuntasnya penanganan ruas jalan menuju Kecamatan Kota Bahagia yang hingga kini masih mengalami kerusakan di sejumlah titik. Organisasi mahasiswa tersebut mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan segera memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan karena dinilai menjadi akses vital bagi aktivitas masyarakat. Kamis (30/07/2026).

Desakan itu disampaikan Wakil Ketua Umum HAMAS, T. Ridwansyah, yang menilai kondisi jalan menuju Kecamatan Kota Bahagia menunjukkan masih adanya ketimpangan pembangunan infrastruktur di Aceh Selatan. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memberikan perhatian lebih terhadap wilayah yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Setiap kali berbicara tentang pembangunan, pemerintah selalu menyampaikan berbagai capaian. Namun, masyarakat Kota Bahagia setiap hari masih dipaksa melewati jalan yang rusak. Ini bukan lagi sekadar persoalan infrastruktur, tetapi menyangkut hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan publik yang layak,” ujar Ridwansyah dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, ruas jalan menuju Kecamatan Kota Bahagia merupakan akses penting yang setiap hari dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga urusan pemerintahan. Kondisi jalan yang rusak, katanya, tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan serta berdampak pada aktivitas perekonomian masyarakat.

Ridwansyah menilai masyarakat selama ini lebih sering menerima janji perbaikan tanpa kepastian realisasi. Menurutnya, setiap tahun pemerintah menyampaikan rencana pembangunan, namun kondisi jalan yang rusak masih terus dikeluhkan warga.

“Yang didengar masyarakat setiap tahun hanyalah kata ‘akan diperbaiki’, ‘sedang direncanakan’, atau ‘menunggu anggaran’. Tetapi yang dilihat masyarakat tetap sama, jalan berlubang dan rusak. Sampai kapan masyarakat harus terus percaya pada janji yang tidak kunjung diwujudkan?” katanya.

HAMAS meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menjadikan pembangunan ruas jalan menuju Kecamatan Kota Bahagia sebagai salah satu program prioritas mengingat perannya yang strategis bagi ribuan masyarakat di kawasan tersebut.

“Kami tidak meminta pemerintah melakukan sesuatu yang luar biasa. Kami hanya meminta pemerintah menjalankan kewajiban dasarnya, yaitu memastikan masyarakat memperoleh akses jalan yang layak. Jalan bukan proyek pencitraan, melainkan kebutuhan dasar rakyat,” tegasnya.

Selain mendesak pemerintah daerah, HAMAS juga meminta DPRK Aceh Selatan menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal agar persoalan infrastruktur tidak terus berulang tanpa penyelesaian yang jelas.

Ridwansyah menegaskan kritik yang disampaikan HAMAS merupakan bentuk kepedulian organisasi mahasiswa dalam menjalankan fungsi kontrol sosial, bukan untuk menjatuhkan pemerintah.

“Kepercayaan publik tidak dibangun melalui pidato, baliho, ataupun seremoni. Kepercayaan dibangun melalui kerja nyata yang dirasakan masyarakat. Jika jalan menuju Kota Bahagia masih dibiarkan rusak dalam waktu yang lama, maka wajar apabila masyarakat mempertanyakan keberpihakan pemerintah terhadap wilayah ini,” ujarnya.

HAMAS juga mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menyampaikan secara terbuka perkembangan penanganan ruas jalan menuju Kecamatan Kota Bahagia, mulai dari status penganggaran, rencana pelaksanaan hingga target penyelesaiannya sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.

“Rakyat tidak membutuhkan alasan yang terus diulang. Rakyat membutuhkan jalan yang layak. Karena ukuran keberhasilan pembangunan bukan seberapa indah narasi yang disampaikan, melainkan seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tutup Ridwansyah.

Pos terkait