Trump Tuding Presiden Kolombia Bandar Narkoba, Gustavo Petro Bantah Keras

Internasional – Ketegangan diplomatik kembali mencuat di kawasan Amerika Latin setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding Presiden Kolombia Gustavo Petro sebagai bandar narkoba. Tuduhan keras itu dilontarkan Trump di tengah meningkatnya eskalasi politik dan militer Amerika Serikat di kawasan, khususnya pasca serangan militer AS ke Venezuela, Selasa, (06/01/2026).

Trump menyebut Kolombia sebagai negara yang “sangat sakit” dan menuding pemerintahan Presiden Gustavo Petro dijalankan oleh “orang-orang sakit yang gemar membuat kokain”. Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam nada konfrontatif, dengan mengaitkan Kolombia sebagai bagian dari persoalan besar perdagangan narkoba yang menurutnya mengancam Amerika Serikat.

Bacaan Lainnya

Tuduhan itu langsung menuai reaksi keras dari Presiden Kolombia Gustavo Petro. Ia secara tegas membantah seluruh pernyataan Trump dan menyebut tuduhan tersebut sebagai bentuk fitnah terhadap dirinya dan rakyat Kolombia.

“Berhenti memfitnah saya, Tuan Trump. Bukan seperti itu cara Anda mengancam seorang presiden Amerika Latin yang lahir dari perjuangan bersenjata, lalu melanjutkan perjuangan rakyat Kolombia demi perdamaian,” tegas Petro dalam pernyataan resminya.

Petro juga menekankan bahwa dirinya tidak memiliki keterkaitan dengan jaringan narkoba mana pun dan menilai pernyataan Trump sebagai bentuk tekanan politik yang mencederai hubungan diplomatik antarnegara di kawasan Amerika Latin.

Pernyataan saling serang ini menambah daftar panjang ketegangan antara Amerika Serikat dan negara-negara Amerika Latin, terutama setelah langkah militer AS di Venezuela yang memicu kecaman internasional. Sejumlah pengamat menilai situasi ini berpotensi memperburuk stabilitas kawasan jika tidak diredam melalui jalur diplomasi.

Sumber: detikkom

Pos terkait